blogger pilar demokrasi

aspirasi February 9th, 2010

konon pers merupakan  pilar demokrasi keempat setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif. pers sebagai kontrol atas ketiga pilar itu dan melandasi kinerjanya dengan check and balance. untuk dapat melakukan peranannya perlu dijunjung kebebasan pers dalam menyampaikan informasi publik secara jujur dan berimbang. disamping itu pula untuk menegakkan pilar keempat ini, pers juga harus bebas dari kapitalisme dan  politik. pers yang tidak sekedar mendukung kepentingan pemilik modal dan melanggengkan kekuasaan politik tanpa mempertimbangkan kepentingan masyarakat yang lebih besar.

blog-boardkemungkinan kebebasan lembaga pers yang terkapitasi oleh kepentingan kapitalisme dan politik tersebut, mendorong semangat lahirnya citizen journalism. istilah citizen journalism untuk menjelaskan kegiatan pemrosesan dan penyajian berita oleh warga masyarakat bukan jurnalis profesional. aktivitas jurnalisme yang dilakukan oleh warga sebagai wujud aspirasi dan penyampaian pendapat rakyat inilah yang menjadi latar belakang bahwa citizen journalism sebagai bagian dari pers merupakan sarana untuk mencapai suatu demokrasi.

perkembangan media online  telah mendorong tumbuh suburnya citizen journalism ini. media online dapat dikatakan sebagai perwujudan dari citizen journalism. dengan media online seseorang dapat menyampaikan secara kritis tulisan dan tulisannya akan dibaca oleh seluruh warga online dunia. media online yang dari awal mendorong munculnya citizen journalism adalah blog. blogger dapat menyampaikan berbagai informasi, berita dan aspirasinya secara bebas tanpa harus terkooptasi oleh kapitalisme dan politik.

Read the rest of this entry »

cerita latar inspirasi untuk negeri

inspirasi negeri February 8th, 2010

saya selalu mempersepsikan seorang blogger itu kritis. penuh kepedulian untuk memaknai apa diri dan sekitarnya dengan daya pikirnya. saya juga berasumsi seorang blogger  itu juga powerfull. memiliki potensi untuk menggerakan potensi lain dalam hal penggalangan opini. dapat menggerakan bola salju yang terus bergulir dan membesar.

inspirasi-negeri

kontribusi blogger inspirasi untuk negeri

contohnya sederhananya begini. ketika seorang blogger yang memiliki pengunjung dan pembaca setia berjumlah 10 orang menuliskan sebuah opini, maka mempunyai kemungkinan 10 kali opini itu tersebarkan kembali. jika seorang saja diantara pembaca tersebut menuliskan opini yang sama, maka opini tersebut akan bergulir. demikian seterusnya. hingga akan terwujud opini umum sebagai perwujudan aspirasi masyarakat.

kekritisan dan potensi blogger yang luar biasa inilah yang menginspirasi saya untuk menuliskan artikel suara blogger untuk indonesia pada waktu lalu. sebelumnya juga pernah saya sampaikan dalam detik community gathering tentang perlunya kebersamaan posting by theme yang berkaitan dengan yang terjadi di masyarakat sesuai kondisi nasional atau global. dan saat ini saya tergerak untuk melalukan posting gotong royong; kontribusi blogger inspirasi untuk negeri.

kontribusi blogger inspirasi untuk negeri sepertinya bukan sesuatu yang populer. tidak memiliki daya jual. bahkan ada kawan yang menganggap event ini terlalu serius. mungkin yang dikatakannya benar. tetapi saya harus berani memulai. adalah kang karmin yang menguatkan tekad dan keberanian saya melakukannya.

Read the rest of this entry »

reformasi birokrasi sebatas naik gaji

aspirasi February 2nd, 2010

enaknya menjadi pejabat di negara ini. gaji besar, tunjangan banyak dan fasilitas berlimpah. baru genap 100 hari pemerintahan, lebih sering terdengar berita penambahan fasilitas pejabat negara dibandingkan kinerjanya. penyediaan komputer canggih untuk anggota dpr, mobil mewah untuk para menteri, rencana pembelian pesawat kepresidenan dan terakhir rencana kenaikan gaji pejabat negera sebesar 20 persen.

reformalasan kenaikan gaji itu untuk mengurangi korupsi. ah, yang benar saja. lebih lucu lagi, ada seorang menteri mengatakan bahwa kenaikan gaji itu hanya kepada kementerian yang kinerjanya baik. apa sang menteri tidak mengetahui adanya sinyalemen disonansi komunikasi politik indonesia. salah satu disonansi itu adalah tidak jelasnya program dan indikator kinerja 100 hari pemerintahan sby-boediono. bagaimana mengukur kinerja kementerian, jika indikatornya saja tidak ada.

sekedar mengingatkan, ada beberapa kementerian dan lembaga negara yang telah menerapkan remunerasi. dengan diterapkannya sistem remunerasi, pegawai negeri menerima pendapatan (take home pay) berkali lipat dibandingkan pns yang tidak berrenumerasi. faktanya, kementerian dan lembaga negera tersebut tidak menunjukan kinerja yang lebih baik. birokrasi yang berbelit, pungutan liar masih ada dan pelayanan yang tidak berorientasi pelayanan publik. jadi ternyata, peningkatan pendapatan tidak serta merta meningkatkan kinerja kan?

ironisnya, kenaikan gaji pejabat negara ini lebih besar dibandingkan kenaikan gaji pegawai negeri secara umum yang hanya 5 persen. padahal jika pemerintah mau jujur, para pejabat itu sudah tidak perlu lagi naik gaji apalagi sebesar itu. justru yang perlu dipikirkan adalah pegawai negeri tingkat bawah. dan lebih utama lagi bukan masalah naiknya gaji, melainkan penerapan remunerasi.

Read the rest of this entry »

inspirasi untuk negeri

inspirasi negeri January 31st, 2010

negeri ini telah kehilangan keteladanan. saya khawatir pernyataan ini bukan lagi sekedar wujud kegelisahan orang-orang yang peduli terhadap indonesia, tetapi telah terjadi dan nyata.

inspiringgaduhnya suasana negeri akhir-akhir ini memberikan gambaran yang begitu telanjang. kasus pimpinan kpk, prita mulyasari, antasari azhar,  gurita cikeas, eksploitasi anak jalanan, fasilitas hotel dalam penjara, pansus bank century, pembobolan atm dan terakhir demonstrasi 100 hari kinerja kabinet sby-boediono, hanyalah contoh kecil kejadian yang mendominasi berita berbagai media cetak dan elektronik. kasus-kasus itu hanyalah cerita yang menambah bopeng wajah negeri ini.

sebaliknya hanya sedikit, jika tak ingin dikatakan tak ada, berita yang kondusif dan membanggakan. informasi yang dapat memberikan keteladanan dan memancarkan inspirasi bagi semua orang. seakan-akan negeri ini miskin sekali dengan orang benar-benar berfikir dan berbuat untuk orang banyak. bad news, good news. mungkin adagium ini yang berlaku.

orang-orang yang dikatakan sebagai tokoh nasional pun tak mampu membuktikan ketokohannya untuk menjadi perekat diantara yang berselisih. para pemimpin negeri ini pun tak menunjukkan kenegarawanannya untuk berdiri pada semua golongan dan kepentingan bangsa. alih-alih menjadi teladan dan inspirasi bagi negeri, bahkan diantaranya justru menjadi bagian dari masalah negara ini.

mungkin benar apa yang dikatakan effendi gozali, bahwa negeri ini mengalami disonansi komunikasi; tidak konsistennya antara apa yang apa yang diyakini dan dikatakan dengan apa yang dilakukan. bahasa gaulnya, lain dihati, lain di mulut lain pula yang dikerjakan. disonansi komunikasi ini dialami oleh pemerintah, oposisi (pengoreksi kebijakan pemerintah) dan media baik cetak maupun elektronik.

Read the rest of this entry »

indonesia tanpa demonstrasi

aspirasi January 28th, 2010

dikabarkan hari ini akan terjadi demonstrasi besar-besaran. puluhan ribu orang yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat turun ke jalan mengekspresikan aspirasinya terhadap kinerja 100 hari pemerintahan sby - boediono yang dianggap gagal. bahkan dalam demonstrasi ini akan mendeklarasikan mosi tidak percaya terhadap pemerintah, yang sebagaian masyarakat menafsirkan sebagai upaya pemakzulan terhadap presiden dan wakil presiden.

demo-di-bundaran-hi

sumber gambar: wartakota

demontrasi adalah anak kandung demokrasi. demontrasi sebagai pernyataan pendapat merupakan hak setiap orang yang dijamin oleh undang-undang. demikian juga hak setiap orang agar kenyamanan, keamaanan dan kepentingannya tidak terganggu akibat demontransi. para pendukung demonstrasi dapat saja mengatasnamakan kepentingan rakyat dan negara, namun sebaliknya orang-orang yang tidak mau demontrasi dilakukan juga demi kepentingan bangsa ini, selain kepentingan pribadi tentunya.

tak dapat dipungkiri, demonstrasi atau unjuk rasa apalagi dalam jumlah yang besar menimbulkan berbagai dampak sosial yang tak dapat anggap sepele. rasa kenyamanan dan keamanan warga terganggu hingga menganggu aktifitas rutin masyarakat. kemacetan yang luar biasa yang berimplikasi terhadap roda ekonomi, energi dan lingkungan. kekhawatiran terjadinya anarkisme dan kerusuhan yang membawa dampak psikologis sosial masyarakat yang membawa trauma masa lalu. menambah citra buruk indonesia di mata dunia dan juga investor.

Read the rest of this entry »

laki-laki dan perempuan, memang beda!

aspirasi January 25th, 2010

saya ingin berbicara soal anak laki-laki dan perempuan. bukan secara fisik dan sifat umum laki-laki dan perempuan yang memang berbeda. seringkali saya mendengar pernyataan bahwa memiliki anak laki-laki atau anak perempuan sama saja. tidak usah dibeda-bedakan. saya menganggap pernyataan ini sebagai kalimat eufemisme dan nasehat untuk membesarkan hati lawan bicara.

rumahkayusebagai contoh saya sendiri. banyak kawan atau orang lain bertanya kepada saya, berapa anak saya dan apa jenis kelaminnya. ketika saya menjawab bahwa saya mempunyai empat orang putri, sebagian besar menunjukkan ekspresi terkejut. mereka tak menyangka telah memiliki empat anak yang masih kecil dan berjenis kelamin perempuan semua. pertanyaan selanjutnya menyoal apakah saya sedang berusaha “mencari” anak laki-laki. dan akhirnya muncul nasehat bahwa anak laki-laki dan perempuan sama saja.

ucapan dan sikap beberapa orang tersebut, meskipun diakhiri dengan nasehat, tidak menghilangkan kesan sinis dan mentertawakan diri saya. oleh sebab itu, saya biasanya menanggapinya dengan besar kepala.  saya katakan bahwa menciptakan hattrick dengan berturut-turut mempunyai anak yang berjenis kelamin sama itu sulit. apalagi memiliki empat anak perempuan berurutan. artinya tidak semua suami memiliki talenta seperti saya. lagi-lagi, sebenarnya ini juga pernyataan “eufemisme” kepasrahan saya dengan apa yang telah dianugerahkan tuhan kepada saya dan istri.

Read the rest of this entry »

guru kehidupan

buku January 21st, 2010

dari kisah mereka, kita bisa belajar tentang bagaimana bisa hidup kaya dan terhormat di tengah lilitan kekurangan ekonomi. mereka patut diteladani meski cuma orang biasa, karena mereka adalah guru yang sesungguhnya [guru kehidupan : mataharitimoer]

guru kehidupan, mataharitimoer

guru kehidupan, mataharitimoer

sebuah buku mungil bersampul dominan warna kuning diserahkan langsung oleh penulisnya kepada saya. buku dengan judul guru kehidupan: belajar hidup kaya dari si miskin” tulisan dari seorang kawan blogger, mataharitimoer. atau biasa dikenal dengan mt. saya merasa tersanjung, karena menurut penulisnya, saya termasuk orang yang sudah didaftar untuk dihadiahi buku itu.

dari sudut substansi materi, buku ini sangat menarik. menuturkan 30 kisah hidup orang yang mengandung hikmah dan nilai pelajaran yang dapat diteladani oleh siapa saja. tokoh-tokoh ini memiliki satu kesamaan; hidup dalam keterbatasan ekonomi, keuletan kerja dan kesabaran menjalani kehidupan. mereka berasal dari berbagai latar belakang dan profesi. ada penjual makanan, pengemis, pengamen, tukang parkir, pesuruh, penyedia jasa, wirausaha dan bahkan blogger. orang-orang yang oleh mt disebut guru kehidupan ini, merupakan teman atau orang yang tak sengaja ditemui dalam perjalanannya.

mt mencoba menggali sisi keuletan dan perjuangan hidup tokohnya. kemudian memformulasikan sebuah nilai atau hikmah yang dapat dijadikan teladan kehidupan. mt relatif berhasil memunculkan kesederhanaan cerita-cerita yang dikisahkan tersebut menjadi sebuah buku yang sarat makna.

Read the rest of this entry »

komunitas era web 2.0

ngeblog January 20th, 2010

baru saja saya meresapi regukan pertama hot lemon tea, ketika lampu blackberry saya berkedip dengan warna merah. sebuah pesan dari seorang karib masuk melalui yahoo messenger.

web2imagesantai_aja: hari gini masih masalah gitu aja jadi ribut.
santai_aja: come on, ini era web 2.0 bro!
anjarium: hehe.. maksudnya apa nih?
santai_aja: udah deh, gak usah belagak pikun deh. biar eyang2 pasti ngerti deh. komunitas blogger itu lho.

saya tak langsung menjawab pesan terakhir. saya ingin menikmati detik-detik terakhir keindahan senja dari lantai 10 plaza semanggi sky dining. matahari yang bersembunyi dibalik mendung menyemburatkan warna jingga. temaram sore masih membiaskan lalu lalang lampu kendaraan terlihat kecil padat merayap di bundaran semanggi. saya enggan kehilangan moment itu, hanya karena diingatkan pada polemik berkepanjangan menyangkut komunitas blogger.

anjarium: eh kang, emang apa hubungannya dengan era web 2.0
santai_aja: hahaha…. masih belagak pikun lagi nih
anjarium: beneran, apa maksudnya. plz dong ah
santai_aja: hehe… ok bro. gini, semestinya loe gak perlu tersinggung menyangkt macem2 komentar komunitas.
santai_aja: emangnya itu milik loe?
anjarium: yeeeee… siapa yang marah. saya kan hanya komentar balik pada org2 yang sirik itu.
anjarium: komunitas ini kan saya ikut membesarkan. wajar dong saya bela.
santai_aja: santai bro. tapi loe kan gak perlu dong nunjukin telah berbuat banyak.
santai_aja: ato nuding2 org lain blm berbuat apa2.
santai_aja: lagian sih, komentar usulan bubarin pengurus loe tanggepin serius gitu.
anjarium: loh iya dong. saya kan tak ingin ada salah persepsi. lagian komunitas ini kan masih butuh pengurus.
anjarium: untuk mengkoordinasi dan jelas siapa yang tanggung jawab.
santai_aja: hahahaa…. emangnya loe sanggup ngurusin seabrek abrek orang itu.
santai_aja: emangnya yang loe urusin itu merasa diurusi.
santai_aja: bro, coba googling deh. era web 2.0 itu partisipatif dan kolaboratif.
anjarium: weks…. eyang2 diceramahin.

bagi saya, diceramahi atau bahkan dikritik itu wajar saja. tapi sore ini saya memang lagi tak mau diceramahi lagi. setelah saya mendapat “serangan” dari orang-orang yang tak mengerti apa-apa tentang komunitas. kemudian atas nama kepedulian mencoreng muka saya dengan mengaku ini “pendapat saya”. apalagi sekarang ini saya diceramahi masalah web 2.0.

Read the rest of this entry »

5 karakter blogger

ngeblog January 18th, 2010

mencermati karakter blogger itu ternyata cukup menarik. saya memang belum cukup lama menjadi blogger, tetapi saya mencoba mengindentifikasi karakter blogger. karakter yang saya maksudkan adalah perilaku partisipatif dan kebiasaan interaksi yang dilakukan terhadap blogger lain atau komunitas blogger.

bloggers-blog-mejangan mengira pengamatan ini didasari landasan teori dan pembuktiaan secara empiris. tetapi ini hanya subyektifitas semata dari saya sebagai blogger. pengelompokan karakter blogger ini cukup memudahkan saya dalam bergaul baik secara personal antar blogger maupun dalam komunitas, khususnya dblogger. dengan pengindentifikasian ini saya dapat menentukan bagaimana cara saya menjalin komunikasi, karena masing-masing karakter membutuhkan pendekatan yang berbeda.

sekali lagi, pengelompokan karakter blogger ini didasarkan pada perilaku partisipasif dan kebiasaan interaksi antar sesama blogger atau komunitas. saya mengelompokan 5 karakter blogger yaitu

[1] blogger apatis. blogger dengan karakter ini biasanya melakukan rutinitas yang sama yaitu posting dan posting lagi. artikel yang diposting pun biasanya senada berisi curahan hati atau opini. blogger apatis menjadi blog sebagai media pribadi. jarang melakukan blogwalking dan tak pernah risau jika blognya tidak dikunjungi. tidak pernah gelisah jika blognya tak ada komentar satupun. blogger apatis tidak peduli dengan komunitas manapun. yang dilakukannya adalah menulis dan posting.

Read the rest of this entry »

cakrawala kebijaksanaan

hikmah January 15th, 2010

saya hanya dapat menulis dalam tenang. keadaan yang relatif sunyi dan tenang. sehingga dalam suasana yang tidak teratur, saya sulit mengungkapkan pikiran secara tekstual. dalam suara yang menganggu pendengaran, saya sulit menulis. apalagi ditengah kebisingan dan bersahut-sahutan paling kencang bersuara, lebih baik saya jeda menulis. mungkin itulah yang menyebabkan saya tidak produktif dalam menuliskan artikel dalam blog pribadi ini.

cakrawalasaudara saya pernah berkata,

“tidak hanya dalam berucap dan bertindak, menulis pun memerlukan kebijaksanaan. karena hakekatnya ketika kita menulis, tangan mewujudkan ucapan dan tindakan kita dalam bentuk kata”

ah! saudara saya ini memang selalu bijak. saya banyak berguru kepadanya.  meskipun bersaudara, rupanya perbedaan itu begitu nyata. ibarat mata uang, kami selalu pada posisi sisi mata uang yang berbeda.

saya camkan kata-katanya itu. maka ketika karib saya,  karmin menyampaikan pendapatnya, saya pun mencoba menuliskan tanggapan dengan hati-hati. ingin mendekati tingkat bijaksana tadi. demikian juga saat sobat saya, hilman menanyakan kepada saya untuk suatu  pendapat, bahkan sebuah konsep, saya juga mencoba menuliskan jawaban saya dengan niat bijak. oh ya, pertanyaan sobat saya ini disampaikan melalui yahoo messenger. tidak siap dengan pertanyaan, saya pun menjawab dengan hati-hati. tetapi dengan keterbatasan waktu dan pemahaman, maka saya katakan, lagi-lagi dengan niat bijak, bahwa apa yang kita lakukan hendaknya mencerminkan komunitas dan demi komunitas itu sendiri.

Read the rest of this entry »