Detik Community Gathering

Ngeblog June 29th, 2009

Untuk kedua kalinya saya hadir pada kegiatan Detik Community Gathering. Saya telah hadir pada acara serupa pada tahun lalu. Sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh manajemen Detik.com dengan mengundang moderator dari masing-masing komunitas yang ada di Detik. Komunitas itu adalah Blogdetik, Detik Forum, Ngecap, Detik Bandung, Detik Surabaya, DetikInet dan TanyaSaja. Detik Community Gathering merupakan sarana bagi Detik dan para moderator membicarakan berbagai hal dan perkembangan komunitas yang ada di Detikcom.

Detik Community Gathering 2009

Detik Community Gathering 2009

Detik Community Gathering 2009 dilakukan dengan konsep diskusi yang sedikit berbeda. Ketika sebelumnya diskusi dilakukan dengan cara tanya jawab, pada gathering tahun ini menggunakan konsep, meminjam istilah Donny, community cafe. Sebuah konsep diskusi yang membaurkan satu komunitas kepada komunitas lainnya, hingga antar komunitas saling memahami berbagai hal mengenai komunitas lainnya. Kemudian masing-masing komunitas mempresentasikan empat hal yang menjadi prioritas masalah bagi komunitas.

Empat hal yang menjadi permasalahan dblogger [komunitas blogdetik] yaitu :

  1. Teknis blog. Masih lambannya respon dari Blogdetik terhadap keluhan yang dialami dblogger. Akses blog yang lambat dan perlunya penambahan beberapa plugin atau unsur blog seperti tema blog dan kemudahan pemasangan script.
  2. Belum terbangunnya jaringan informasi dan komunikasi. Sampai saat ini belum cukup tersosialisasi adanya dblogger sebagai suatu komunitas. Bahkan masih banyak anggota blogdetik yang tidak mengetahui apa itu dblogger. Kemudian komunitas blogdetik antar daerah itu juga belum dapat terintegrasi dalam suatu jaringan komunikasi dan informasi. Maka diharapkan Detikcom dapat ikut berperan aktif untuk mewujudkan TemuBlogger yang masih dalam konsep tersebut.
  3. Kurangnya sosialisasi kegiatan. Banyak kegiatan yang telah dilaksanakan dblogger tidak diketahui oleh anggota blogdetik. Seperti misalnya dblogger peduli palestina, dblogger peduli situgintung, dblogger berbagi, suara blogger untuk wanita indonesia, suara blogger untuk sekolah gratis dan kegiatan lainnya.
  4. Dukungan manajemen Detikcom yang belum optimal. Disadari bahwa keberadaan dari suatu komunitas tergantung dari anggota komunitas itu sendiri. Namun dalam konteks dbloger, komunitas ini belum dapat dikatakan sudah exist. Masih membutuhkan perjalanan panjang dan usaha yang optimal hingga dblogger dapat menjadi sebuah komunitas yang mandiri dan diperhitungkan. Untuk itu dukungan yang lebih kongkrit dari Detikcom sangat diharapkan. Perhatian kepada dblogger yang mempunyai sumbangsih lebih terhadap komunitas perlu ditingkatkan, dukungan penuh terhadap temublogger, penyediaan ruang khusus di halaman depan blogdetik dan lainnya.

Read the rest of this entry »

Jika JK-Wiranto Menang

Politika June 25th, 2009

Saya telah mengalami suatu masa dimana Indonesia memiliki presiden wanita pertamanya, Megawati Soekarno Putri.  Saya juga masih merasakan bagaimana Indonesia dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Namun saya belum pernah tahu bagaimana jika Indonesia dipimpin oleh Presiden Jusuf Kalla. Meskipun sedikit telah mencicipi rasa kepemimpinannya sampai saat ini sebagai Wakil Presiden. Saya membaca sebuah pesan pendek yang cukup menarik,

jkwin“nomor 1 adalah presiden masa lalu, nomor 2 adalah presiden sekarang dan nomor 3, presiden masa datang”

Sampeyan pasti sudah hafal nomor urut pasangan capres cawapres. Pasalnya ketika saya membaca sandek ini, saya perlu mencari informasi untuk memastikan pasangan mana yang mempunyai nomor urut tersebut. Ternyata nomor 3 adalah pasangan JK-Wiranto. Ini memancingku untuk berandai-andai, jika JK-Wiranto menang dalam pemilu presiden 8 Juli mendatang. Namanya juga pengandaian, tentu saja penuh dengan banyak kemungkinan. Mungkin saja terjadi dan sangat mungkin tidak terjadi.

Saya sebenarnya tidak nyaman menggunakan terminologi “menang”. Lebih merasa cocok dengan kata “unggul” karena lebih terasa halus. Tapi agar lebih seru selayaknya sebuah pertarungan menang kalah, maka saya memilih “menang”  untuk berandai-andai pagi ini. Agar terlihat tegas dan jelas. Dan upaya mengingatkan untuk dapat menerima kalah sebagai sesuatu yang lumrah, wajar dan bukan hal yang memalukan. Hingga jika ternyata JK-Wiranto menang, pasangan SBY-Budiyono tidak perlu merasa dipermalukan dan Mega Prabowo tidak perlu merasa dipecundangi.

Read the rest of this entry »

NexianBerry

Aspirasi June 22nd, 2009

“wah mas, blackberry baru nih! asyik, bisa pinjam dong!”

Entah ini sudah orang ke berapa yang komentar tentang ponsel saya. Padahal ini bukan BlackBerry, melainkan “nexianberry” - Nexian NX-G900. Saya menunggu lebih dari 2 minggu untuk

Nexianberry, Nexian NX-G900

Nexianberry, Nexian NX-G900

memiliki ponsel ini. Teman saya yang berjasa mengantri panjang untuk mendapatkan Nexian NX-G900 ini. Setelah sebelumnya mencoba pesan di gerai resmi XL, namun tidak juga berhasil mendapatkannya.

Saya ikut memesan nexianberry ini karena didorong rasa penasaran. Apakah benar Nexian NX-G900 ini mirip dengan BlackBerry yang booming itu. Lagi pula, saya juga tak bakal mampu membeli BlackBerry. Jadi tak ada salahnya dengan harga yang “hanya” 1 juta-an, saya bakal mendapatkan ponsel yang dapat digunakan untuk chatting, facebooking dan browsing. Ditambah pula tampilan yang menyerupai dengan BlackBerry.

Secara fisik, Nexian NX-G900 memang bergaya telepon pintar seperti BlackBerry yang berlayar lebar dan berdimensi besar. Dalam situsnya, Nexian G900 memiliki kelebihan;

GPRS untuk Dua Kartu
Bukan sekedar ponsel Dual On GSM yang trendy saja, Nexian NX-G900 ini juga memiliki kemampuan untuk koneksi dengan GPRS melalui kedua kartu yang dipasangkan. Koneksi GPRS pun dapat langsung dilakukan karena sudah ada setting default untuk koneksi melalui jaringan XL.

Chatting dan Facebook
Kemudahan dalam melakukan koneksi GPRS dari Nexian NX-G900 sangat mendukung kebutuhan Chatting dan Facebook konsumen. Terlebih, untuk melakukan update status di Facebook karena sudah disediakan menu khusus. Demikian juga jika ingin melakukan Chatting. Sudah tersedia fasilitas eBuddy. Chatting melalui MSN, GTalk, Yahoo dan lainnya dapat dilakukan dengan mudah. Desain QWERTY keypad pun akan mempermudah dalam pengetikan pesan

Opera Mini
Untuk menambah kenikmatan dalam pengoperasian di Nexian NX-G900, sudah disediakan browser Opera Mini. Akses halaman web maupun WAP selain cepat juga nyaman karena keberadaan layar yang dimiliki oleh perangkat ini luas.

Kesan pertama saya, Nexian NX-G900 memang cukup berkelas. Desainnya menarik, elegan dan terkesan kokoh. Fiturnya pun lengkap seperti disebutkan diatas. Artinya ponselnya ini fashionable seperti ponsel pintar mutakhir. Suara speaker cukup dan ditambahi eksternal memory 2 gigabyte. Ditambah pula fitur-fitur standar sebuah telepon seluler.

Read the rest of this entry »

Tebar Pesona

Aspirasi June 17th, 2009

Saya bengong, saat pertama kali seorang sahabat menyebut bahwa saya suka tepe-tepe. Nggak ngerti, apa itu tepe-tepe. Kata pergaulan anak muda sekarang tak lagi dapat saya ikuti. Hingga generasi tua seperti saya ini mengalami sindrom gagap istilah. Ternyata tepe-tepe itu istilah untuk tebar pesona. Setelah mengerti istilah tepe-tepe itu, saya tertawa saja. Agar lebih komprehensif, saya bertanya kepada sahabat yang lain. Apa benar kalau saya suka tebar pesona. Dia malah tertawa sambil menyebutku najong. Nah, istilah baru lagi muncul. Lagi-lagi saya tak mengerti istilah gaul ini. Duh, saya merasa tua 50 tahun dari usia sebenarnya.

Sebutan-sebutan yang dilekatkan kawan tersebut, saya tanggapi dengan enteng saja. Semacam bumbu pergaulan untuk menambah taste persahabatan. Itu seperti cubitan sayang dari seorang sahabat yang lama tak bertemu. Ada rasa perih tetapi ingin diulang lagi. Saya coba telusuri dengan seksama dan dalam tempo yang relatif lama. Melewati gang-gang sempir antar blog dan bisik chit chat, muncul kesan tebar pesona itu begitu melekat pada pribadi seorang eyang. Tidak peduli dblogger perempuan maupun laki-laki. Dan lucunya lagi, ada orang yang secara terang-terangan atau gelap-gelapan, menebarkan kesan bahwa eyang suka tepe-tepe. Jadi dblogger khususnya perempuan harus hati-hati, katanya. Duh!

Saya tertawa. Mencoba mentertawakan diri sendiri. Opo yo segitunya. Saya berprasangka baik bahwa itulah cara sahabat-sahabat memberi nasehat. Karena sebutan itu, saya tertarik untuk mencari istilah tebar pesona dalam kamus besar bahasa indonesia. Ternyata kata majemuk tebar pesona tak ada. Hanya kata yang saling berdiri sendiri seperti dibawah ini

te·bar /tébar/ v, ber·te·bar·an v bertaburan; berhamburan; tersebar: rumah makan banyak ~ di sekitar tempat itu; pulau-pulau kecil ~ di lautan yg luas;
me·ne·bar v menebarkan;
me·ne·bari v menaburkan sesuatu pd; menghamburi;

pe·so·na n 1 guna-guna; jampi; mantra (sihir): dukun itu membuat (mengenakan) — kpd gadis itu; 2 daya tarik; daya pikat: senyum gadis itu penuh –;
me·me·so·na v sangat menarik perhatian; mengagumkan: tari-tarian Minang klasik dng pakaiannya yg cemerlang sungguh ~;
me·me·so·nai v membuat (seseorang) supaya kena pesona;
me·me·so·na·kan v 1 mengenakan pesona (kpd); menjampi; 2 mengagumkan; memukau: tari-tarian Sunda modern telah ~ para penonton;
ter·pe·so·na v 1 kena pesona (guna-guna); 2 terkena daya tarik; sangat terpikat (tergiur) hatinya; terkagum-kagum: saya ~ oleh pemandangan seindah itu

Read the rest of this entry »

Hari yang Sempurna

Surgaku June 15th, 2009

Bagiku sempurna bukan berarti tanpa cela. Tetapi aku merasa komplit dan utuh. Ini memang soal rasa. Bahkan saat aku merasa menerima kekurangan itu dan dapat menikmatinya, aku pun merasa bahwa itu perfecto. Sempurna. Loh, aku kok merasa mbagusi begini. Kemlinthi. Ini karena hari Minggu kemarin, aku menjalani liburan dengan sangat santai. Benar aku nikmati. Sudah lama tak pernah lagi aku nikmati liburan akhir pekan di rumah. Akhir pekan bukan lagi hari libur kerja. Selalu saja ada aktifitas di luar rumah. Wuihhh, sok sibuk!

naik odong-odong

naik odong-odong

Sebagian besar hariku kemarin, kuhabiskan di kamar. Tepatnya di kasur. Bangun pagi, bercanda dengan putri-putriku di kasur. Sampai dua putriku, Lala dan Icha,  ikut mbahnya ke Bogor untuk menengok saudara. Sarapan di kamar, dan bermain lagi dengan putri ketiga, Ayya, sambil menjaga putri keempat, Argya!. Sementara istriku sibuk di dapur untuk berbenah. Dan tanpa sadar, aku kembali tertidur.

Suara Ayya membangunkan tidurku. Rupanya dia sedang bercanda dengan bunda-nya. Kulihat istriku sambil menyusui Argya. Aku bangun dan mengobrol santai dengan istriku. Sambil mengawasi Ayya yang asyik bermain sendiri. Tak terasa waktu hari sudah melewati tengah siang hari. Aku dan istri belum juga mau beranjak dari kamar tidur. Rasa lapar tak terasa. Masih saja betah saling bicara dan bercerita berdua. Dua putriku sudah terlelap. Hanya tinggal berdua saja. Sudah lama tak nuansa berdua di siang hari saat libur tak aku dan istri rasakan.

Sekitar jam 3 siang, Lala dan Icha pulang dari Bogor. Suasana rumah kembali ramai. Kehadiran dua putriku cukup membuat suasana rumah bak pasar malam. Riuh rendah dengan tertawa dan celotehan yang lucu. Menggemaskan. Setelah mandi sore, aku keluar rumah dengan menggendong Argya. Ternyata ketiga putriku mau ikut. Atas permintaan Lala dan Icha, aku bersama putri-putriku jalan berkeliling kampung. Sudah lama juga hal ini tak aku lakukan. Padahal dahulu sering menjadi rutinitas bersama istri dan putriku.

Read the rest of this entry »

Membalikkan Hasil Survei

Politika June 11th, 2009

hasil-survei-lsi-tendesiusSeorang calon bupati diprediksi kalah oleh sebuah jajak pendapat. Dilihat dari berbagai sisi, kecil kemungkinan calon bupati tersebut memenangkan pemilihan bupati. Selain kalah populer, kekuatan finansial pun tak sebanding dengan rival politiknya. Tetapi calon bupati tersebut tidak patah semangat dan hanya berpangku tangan menanti nasib gagal menjadi bupati. Beberapa hari sebelum hari pemilihan, calon bupati itu menandatangi anggota-anggota DPRD yang bukan berasal dari partai yang sama dengan rival politiknya. Calon bupati  tidak menyuap. Di setiap pertemuan dengan anggota DPRD tersebut, calon bupati menyampaikan hal yang sama. Bahwa dia menyadari bahwa dalam pemilihan bupati yang dilakukan oleh DPRD beberapa hari mendatang akan kalah. Tetapi calon bupati itu minta tolong kepada anggota DPRD yang dia datangi agar tidak membuatnya malu dengan perbedaan perolehan suara yang jauh. Artinya selisih suaranya jangan terlalu banyak.

Tiba pada hari pemilihan bupati pada sidang paripurna DPRD. Secara mengejutkan calon bupati yang tidak diunggulkan itu ternyata memenangi pemilihan bupati dengan perolehan suara jauh melampau rivalnya yang diunggulkan sebelumnya. Setelah diselidiki ternyata banyak anggota DPRD yang merasa simpati dengan apa yang disampaikan calon bupati tadi hingga memilihnya. Disetiap benak anggota DPRD itu berniat untuk tidak mempermalukannya. Tetapi ternyata hasilnya justru berbeda dengan analisa perhitungan kekuatan politik. Bahkan membalikkan sebuah hasil survei.

Kisah diatas diceritakan oleh kawan saya. Dia memahami survei dengan beraneka metodologinya. Dia juga berpengalaman dalam melakukan survei untuk kepentingan politik. Kisah itu dia sampaikan saat ngobrol berkaitan dengan quick count dan survei. Dari kisah tersebut dia ingin menyampaikan bahwa hasil suatu survei atau jajak pendapat itu hanyalah sarana analisa. Dan berbagai pihak bahkan bagi pihak yang tidak diuntungkan oleh hasil survei pun dapat memanfaatkannya.

Read the rest of this entry »

Dua Perempuan Cilik

Surgaku June 10th, 2009

icha-ayya
dua perempuan cilik beranjak usia
langkah kakinya menapak lintasan masa
lambaian tangannya mengelayut dewasa
tatapan matanya menembus batas garis cakrawala
dua perempuan cilik tersenyum bahagia
menyambut datangnya sang ayah kala senja
berlari mengapai dengan celoteh ria
menunjukan barisan gigi dan renyahnya tawa
wahai perempuan cilikku
engkau penawar dahaga penyiram debu
kala keras benturan hidup berpeluh
engkau penyegar saraf lelah dan penerang fikiranku
kala kejenuhan dan kusutnya hidup berlusuh
aku ingin membangun surga buatmu
namun hanya tempat singgah yang mampu
aku ingin membangun telaga kautsar buatmu
namun hanya jambangan keruh yang mampu
angan, tutur dan perilakumu
cermin harap dan asa orang tuamu
bermimpi lambungkan sejauh yang kau mampu
kepakan sayapmu setinggi menembus awan biru
aku, kami hanya untukmu
nissa azzahra syarafina,
empat tahun engkau melangkah
rayya anindya salmafira,
dua tahun engkau beranjak
dua perempuan cilikku
bertambah usia beranjaklah dewasa

Ngeblog dengan Happy

tips blog June 8th, 2009

Sebuah pesan pendek masuk di ponsel saya. Isinya pamit untuk berhenti ngeblog. Tapi tidak menghapus blog. Sang pengirim sedang dirundung duka sehingga ingin rehat sejenak dari dunia blog. Sandek ini melengkapi runtutan kisah “melodrama” dunia dblogger akhir-akhir ini. Seakan cerita kesedihan menyelimuti blogger yang juga teman-teman saya ini. Muncul pertanyaan dalam benak saya yang tak cerdas ini, apakah ngeblog justru mengundang mendung hati mereka? Ngeblog membuat kesedihan mengantikan rasa bahagia? Bukan sebaliknya, ngeblog membuat happy?

Kemudian seorang blogger dalam offline mesagge di yahoo messenger menegur dengan manis. Blog saya tidak mempunyai taste lagi. Padahal saya selalu mempromosikan ngeblog dengan taste. Kemudian teman ini bertanya apakah saya sedang tak punya mood ngeblog? Lagi sedih? Tak menunggu detik berganti, saya membalas pesannya bahwa saya tetap ngeblog dengan happy. Memang saya akui, beberapa minggu ini blog saya tidak update. Bahkan saya juga merasa bersalah karena tak membalas komentar. Juga tak melakukan jelajah blog [blogwalking]. Itu semata-mata karena ruang dan waktu yang belum tepat.

Saya menikmati ngeblog dengan taste. Juga ngeblog dengan tulus. Karena saya selalu ngeblog dengan happy. Idealnya, blog harus update, tapi kalau memang terpaksa tidak update, saya merasa happy saja. Kadangkala begitu lancar kata-kata tertulis dan posting secara rutin. Tapi kadang pula otak ini terasa bebal hingga apa yang dirasakan pun sulit ditulis. Jika ada yang minta saran dalam hal kebuntuan ide ini, saya selalu bilang untuk menulis kebuntuan itu. Akhirnya nanti akan mengalir dengan sendirinya saja. Ngeblog tak perlu dijadikan beban. Sebaliknya ngeblog merupakan sarana menyandarkan beban sejenak. Karena semestinya kita ngeblog dengan happy.

Read the rest of this entry »

Paket Wisata Kemiskinan

Sosialita June 2nd, 2009

Pernahkah anda ditawari sebuah paket wisata kemiskinan? Untuk menghabiskan masa liburan, anda diajak berkeliling menyusuri pinggiran rel sepanjang stasiun senen. Melihat tunawisma yang hidup di gubuk dari kardus dan gubuk darurat lainnya. Kemudian dilanjutkan menyusuri perkampungan kumuh pinggiran Sungai Ciliwung di Kampung Melayu. Terus ke arah Galur, Luar Batang dan berakhir perjalanan turnya di kawasan Kota. Saya tak pernah membayangkan jika paket wisata ini ada. Tapi membaca Koran Kompas [Minggu, 31/5/09], membuyarkan bayangan saya tadi.

Wisatawan Australia berwisata di pinggir rel Stasiun Senen

Wisatawan Australia berwisata di pinggir rel Stasiun Senen

Paket wisata yang menawarkan “obyek wisata” dan “atraksi” kemiskinan itu adalah Jakarta Hidden Area Tour. Paket wisata kemiskinan itu bertarif antara 65 dollar AS hingga 165 dollar AS dengan jumlah peserta maksimal 4 orang. Sasaran Jakarta Hidden Area Tour adalah orang asing terutama Belanda dan Australisa. Luar Biasa kan?

Seperti dituturkan oleh perancang paket wisata ini, awalnya karena memenuhi permintaan seniman luar negeri yang ingin berinteraksi dengan orang miskin di Jakarta. Ternyata permintaannya semakin bertambah. Dan sepertinya orang-orang “bule” itu begitu menikmati paket wisata itu. Berikut saya kutipkan dari Koran Kompas pernyataan salah satu wisatawan Australia yang mengikuti paket wisata itu;

“Ini tur yang sangat menarik. Biasanya orang asing hanya melihat mal dan hotel di Jakarta. Tapi saya bisa melihat kehidupan orang miskin di sini. Ini pertama kali saya melihat yang seperti ini”

Read the rest of this entry »

Ancaman Penjara untuk Blogger

Aspirasi June 1st, 2009

Saya terkejut dan sedih, ketika membaca berita di Koran Tempo yang memberitakan seorang ibu rumah tangga yang mengeluh lewat milis akhirnya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Ini bermula ketika keluhannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit di Tangerang beredar luas melalui milling list dan diketahui oleh pihak manajemen rumah sakit tersebut. Dengan menggunakan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, konon apa yang dilakukan ibu rumah tangga tersebut telah melakukan pencemaran nama baik  rumah sakit tersebut.

Pasal 27 ayat 3 UU ITE tersebut melarang :

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”

dan sanksi atas pelanggaran pasal ini berupa hukuman penjara maksimal enam tahun dan atau denda maksimal Rp 1 miliar.

Saya terkejut karena tak menyangka milis yang hampir setahun lalu saya baca itu akhirnya menyeret penulisnya ke pengadilan. Saya juga sedih, karena hal ini dapat menimpa siapa pun saja. Termasuk diri saya. Apalagi sebagai blogger [ecek-ecek], saya beberapa kali menulis terhadap buruknya pelayanan publik yang saya terima. Bahkan saya juga pernah menulis buruknya pelayanan rumah sakit.

Read the rest of this entry »