Kawinlah Selagi Muda
sosialita November 18th, 2008
Ini sekedar saran. Bisa juga sebuah ajakan. Ya, kawinlah selagi anda muda, setelah mampu memberi nafkah tentunya. Mampu secara lahir dan batin. Tetapi ingin saya tambahkan bahwa kemampuan dalam pemberian nafkah saja tidak cukup. Butuh keberanian. Berani bersikap dewasa untuk menetapkan saatnya kawin atau menikah. Berapa banyak orang yang sehat jasmani dan berlimpah harta tetapi menikah diusia tua. Kecukupan materi tetapi kawin hanya sekedar mimpi. Dan tentu saja dengan alasan yang terkesan klise, belum ada yang cocok, jodoh ditangan Tuhan, mengatur diri sendiri saja sulit dan seabrek alasan lainnya.
Judul posting ini terinspirasi ketika ceting dini hari jam 01.30 wib, Saudaraku Cumi yang katanya mau menikah bulan Desember ini tidak mempunyai ide untuk posting. Saya katakan padanya, justru rencana pernikahan itu bahan posting yang menarik. Tetapi malah dia berbalik, saya saja yang posting tentang pernikahannya. Dalam batin, siapa takut. Postingan ini juga terinspirasi oleh adikku Iman dan Harmanto yang mengangkat tema tentang Syeh Puji dengan pernikahannya dengan seorang gadis belia.
Saya tidak ingin menyampaikan sesuatu yang membikin kening mengkerut untuk memahami saran kawin selagi muda ini. Saya tidak akan menyampaikan dalil aqli dan naqli tentang indahnya pernikahan dini di usia muda. Sudah banyak buku membahasnya. Banyak pakar yang secara jelas dan tegas menyampaikan itu. Tetapi saya akan menceritakan 2 orang kawan junior saya, bagaimana mereka berani dan secara dewasa memilih menikah di usia muda.
Dua orang kawan ini memang junior saya. Ketika mereka memutuskan menikah rata-rata mereka baru berumur 22 tahun. Mereka berstatus mahasiswa satu almamater tetapi jauh dibawah saya. Dan istri-istri mereka, juga masih mahasiswi. Bisa anda bayangkan, bagaimana pasangan muda ini yang masih berstatus mahasiswa, tetapi berani dengan tekad kuat untuk membangun rumah tangga. Orang bilang, mereka nekat. Kalau saya bilang, mereka jantan dan dewasa mendahului umurnya.
***********************
Suatu ketika, ayahnya Sono (1 dari 2 orang junior tadi) meminta kepada saya untuk ikut membujuk Sono agar tidak menikah ketika usianya masih belia. Apalagi masih berstatus mahasiswa. Ayah Sono berasumsi dengan kedekatan dan persabatan kami, mungkin bisa melunakkan hatinya agar tidak menikah muda. Saya berusaha berbicara dengan Sono untuk mengetahui seberapa kuatnya tekadnya menikah. Ternyata tekadnya lebih besar dari dugaanku. Motivasinya jelas, tidak mau pacara sebelum menikah, tidak mau terjebak zina, dan siap apapun resiko dari pernikahan itu. Bahkan mereka (Sono dan calonnya) siap berpisah dari orang tua begitu ijab kabul ditunaikan.
Saya benar-benar tidak mengerti waktu itu. Bagaimana mereka mau menikah, status masih mahasiswa, penghasilan tidak ada karena memang belum bekerja. Bagaimana mau menafkahi keluarganya, tetapi dia yakin mampu menafkahi keluarganya. Tekadnya sudah tidak terbendung lagi. Sementara aku selalu ingat dengan permintaan orang tua Sono. Saya mencoba cari jalan tengah. Saya katakan kepada Sono, agar menunda menikah hingga dia dapat pekerjaan. Minimal pekerjaan itu mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. Jika dia telah mampu menafkahi dirinya sendiri, yakinlah istrimu nanti juga membawa rezekinya sendiri sehingga kalian bisa tercukupi kebutuhannya. Tetapi jika Sono sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri bagaimana mau menafkahi anak dan istri.
Asumsi saya waktu itu, jika Sono benar-benar bekerja maka orang tuanya akan mengizinkan menikah karena memang tekadnya sudah sulit terbendung. Karena pada dasarnya, orang tua Sono tidak berkeberatan menikahkannya dengan syarat dia mampu menafkahi keluarganya dan kuliahnya tidak boleh berantakan atau putus ditengah jalan. Saran ini rupanya diterima oleh Sono dan orang tuanya.
Allah memang Maha Mendengar. Tidak seberapa lama, Sono diterima sebagai asisten dosen (instruktur) dengan mendapat honor yang cukup. Maka niat menikah itu pun tidak berapa lama dilangsungkan. Sono dan istrinya juga hidup terpisah dengan orang tua mereka. Mereka benar-benar konsisten dengan apa yang diyakini sebelum menikah. Menikah muda dan kuliah pun lulus tepat pada waktunya. Sampai saat ini, saya hanya mendengar kebahagiaan keluarga muda ini.
***********************
Tidak sampai satu tahun pernikahan Sono, juniorku yang lain Ahmad menyampaikan hal yang sama. Menikah!. Saya sempat terucap kepada yunior-yuniorku ini, bahwa tekad mereka bukan karena mengikuti jejakku yang telah menikah duluan. Mereka hanya menjawab, sesuatu yang baik dan benar apa salahnya jika dilanjutkan.
Jika dilihat dari ceritanya sama. Ahmad masih mahasiswa, belum bekerja dan calon istrinya juga mahasiswi kampus yang sama. Modusnya juga sama, tidak mau pacaran sebelum nikah, menghindari zina, Allah pasti menunjukkan jalan bagi hambaNya yang menempuh jalanNya. Wah, susah dilawan, kalau sudah punya ideologi seperti ini. Meskipun awalnya aku agak ragu dengan qhiroh (semangat) semacam ini, tetapi bukti-bukti itu benar adanya. Saya telah melihat dan merasakannya.
Tetapi untuk kasus Ahmad, pertentangan dari kedua belah orang tuanya cukup berat. Sehingga perjuangan untuk meyakinkan mereka pun butuh perjuangan yang ekstra. Langkah yang diambilnya pun sama, Ahmad harus berusaha mencari pekerjaan agar mampu menafkahi keluarganya kelak. Pertanyaannya, seberapa banyak perusahaan yang mau menerima anak ingusan masih mahasiswa belum berpengalaman bekerja?. Tak hilang akal, karena Ahmad ikut terlibat dalam kegiatan EO-ku, saya mengeluarkan Surat Referensi bahwa Ahmad pernah bekerja di Event Organizer milikku. Dengan bekal itu, Ahmad tanpa lelah melamar pekerjaan. Sekali lagi, mental pejuang dan tekad yang kuat akan membuahkan hasil. Ahmad pun diterima di salah satu perusahaan.
Dan benar, tidak lama setelah Ahmad bekerja, dia melamar calon istrinya. Pernikahan pun berlangsung dengan lancar. Mereka hidup mandiri, menikah muda dan kuliah selesai meskipun agak terlambat. Sampai saat sekarang kedua pasangan muda ini sering bersilaturahmi ke rumah. Bahagia benar melihat keluarga mereka. Muda tetapi dewasa dalam bersikap. Mandiri dan tidak pernah menyerah. Pernikahan muda mereka, tidak menjadi halangan untuk meraih kebahagian hidup bersama keluarga mereka. Soal harta dan kekayaan, jangan tanyakan itu. Mereka merasa lebih dari cukup dengan apa yang diperolehnya sekarang.
***********************
Ini fakta, bukan rekayasa. Orangnya nyata, peristiwanya ada. Sehingga kepada Cumi atau anak muda lainnya, kawinlah selagi muda. Percayalah, masa muda itu tidak akan terenggut kebahagiaanya hanya karena menikah belia. Kalau ada orang bilang muda foya-foy, tua kaya raya dan mati masuk surga, itu hanya impian belaka. Tetapi, kawin selagi muda (setelah mampu) akan membawa bahagia. Ini bukan masalah siap atau tidak siap, tetapi berani atau tidak. Iya, berani bersikap dewasa, karena menikah itu bukti kedewasaan manusia. Ada kalimat yang selalu kupegang: tua itu pasti, dewasa itu pilihan!.
Jadi, terserah anda
About















Pertamax kah?
Menikahlah selagi sudah mampu dan siap lahir batin.
Cuma itu aja mas,maklum aq msh belum kepikiran ttg ini. C0z aq msh terlalu muda, mendingan mikirin kuliahku, tugas2ku, dll aja dulu.
gimana masarie tawaran saya..???
wkakakakakkk..!!
hmm..
“kawin dini siapa takut?” Tentunya kata-kata di atas dikatakan oleh orang yang memahami agama dan walaupun dikatakan belum matang..itukan kata orang bagi yang ngelaksanakanyakan belum tentu..
Jadi ingat temanku SMA dan saat kuliah menikah di Bandung, memang ak seindah yang dibayangkan, saya dengar langsung dari dirinya.. untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga agak kesulitan belum ditambah untuk uang kuliah.. tapi justru aku melihat kematangan yang timbul dari mereka.. dgn komitmen yang kuat dalam berumah tangga dan kuliah.. dengan bekerja serabutan.. hingga mereka lulus dan memiliki 2 anak.. akhirnya sekarang tinggal mencicipi manisnya berumah tangga.. dengan tiga orang anak..
waduH ,,, kesinggung nich gue,,hihi ..
Usia dah segini ..lom dapet juga ..ehm ..(Sekalian numpang Promosi nich) hahahaha …
weks.. ari malah berpromosi
selamat deh untuk cumi.. semoga tidak ragu dalam melangkah ke pelaminan
kedewasaan seseorang memang bukan berdasarkan umur saja, kedewasaan cendrung dilihat dari pola pikir seseorang. semakin banyak dan mampu seseorang memikul tanggungjawab maka dapat dikatakan ia memasuki gerbang kedewasaan, walaupun kadangkala kedewasaan mendahului umur malah bisa juga sebaliknya.
konon cerita orang menikah itu akan dibukakan pintu rejekinya dua kali lebih banyak daripada orang yg sendiri (jomblo).
nah … sekarang apa yg ditakutkan lagi ?
aku mau nikah muda, hehe… tapi batin blum siap (mungkin blum dewasa ya namanya). tapi rencana sudah ada doakan saja yang terbaik. hehehe
Seharusnya kaum muda banyak yang membaca postingan Eyang…………….. Jadi penasaran nih ama pilihannya brother Cumi, si d…kah atau s…nya kah? tolong kasih bocoran dong eyang (biang gosip mode ON)
Usul untuk brother Cumi, bikin postingan berjudul KALA HATI TELAH MEMILIH………………(siapa ya?)
eyaaang….
postinganmu menusuk hati!!
gini lo eyang, menikah tidak terpatok usia, kala hati sudah siap, umur berapapun ya hayoo aja, nah sekarang tinggal berdoa dan ikhtiar semoga semua jalan terbuka untuk menuju ke sana. Amien…
hihi, jd gimana gitu baca ni judul, nikah muda??? hmm, setuju si, tp pernyataan setuju ini baru dimunculkan saat ini, saat ketika gue sudah tidak muda lagi, saat ketika di usia yg tua ini gue masih menjomblo, di saat ketika ajakan ente bro sudah tidak berlaku lagi buat gue. jadi menyesal ga nikah muda??? ga juga si, tp kalo waktu bisa berputar kembali, gue ga akan berpikir dua kali untuk menerima ajakan lu!
aku blom sedewasa mereka eyang… aku blom yakin bisa menjadi istri yang baik bagi suami. bukan semata masalah materi yang aku pikirkan, tapi karena hati dan mental jelas harus ikhlas bila di pimpin oleh seorang imam dalam rumah tangga.
toh aku percaya, Allah memberikan banyak sekali pilihan dalam hidup ini… selama tujuan untuk kebaikan, insyaAllah tidak akan dipersulit. tetap memohon dan pasrah menjadi do’a ku untuk kuat nantinya saat melewati fase komitment seumur hidup itu…
dan umur ku jelas tidak muda lagi. tapi aku bangga dengan status kesendirian ku yang sekarang ini. i do believe, someday… i’ll meet my truly soulmate.
eyang, bener kan…comment ku kali ini udah serius??
Yup. saya setuju. Dulu, sewaktu nikah berumur 25 tahun, oleh temen-temen dibilang masih terlalu muda. Padahal saya merasa sudah dewasa. Memang, dewasa tidaknya seseorang itu relatif. Umur ga bisa jadi patokan.
telat mas
aku dah nikah dan ga muda
tapi setelah kupikir2 mendingan ga nikah usia muda
karena di saat muda itu emosi masih labil dan sulit buat penyesuaian
Waduh… aku sekalian minta dicarin mas Arie, boleh kan…?
kawin muda … kalo kawin (lagi) gimana mas …
hehehe …..
Saya rasa hampir semua orang ingin menikah. Hanya saja tidak semua orang siap menikah. Mungkin sikap keberanian itu yang diperlukan. Saya nikah usia 26 tahun, dan saya tidak menyesal kenapa tidak menikah diusia yang lebih muda atau malah di usia yg lebih tua dari itu.
sepakat sama mas arie : “karena menikah itu bukti kedewasaan manusia”.
karena aku ingin seperti abege terus, maka aku milih ga usah menikah saja.. jadi bisa cerita terus..
bernas… bernas… posting yg bernas..
eh boss.., utk yang satu ini sepaham., kawinlah selagi muda.
mencapai kebahagiaan rumah tangga gak diukur lewat umur, tetapi kesiapan dan kedewasaan menjalaninya.. (hayyahhh… sok dewasa mode ON)
Menikah muda? pengen sih..
Tapi kan menikah butuh kesiapan lahir dan batin dan juga materi. itu yang susah..
Apa? Apa? Mas Arie mau nikah lagi????
Ha..ha..ha… just kidding
Menikah muda akan lebih baik daripada Married By Accident
Buat Cumi selamat yah kamu udah dapat menemukan teman hidup
benar mas kedewasaan itu pilihan, umur bukan menjadikan tolak ukur seseorang dikatakan dewasa, pilihan menjadi dewasa salah satunya kawin selagi muda ini
kawin muda banyak kebaikannya, disamping menghindari perzinahan juga membentuk kepribadian yang tangguh dalam mengarungi pelayaran bahtera dalam sebuah rumah tangga
kawin juga harus nikah loh.. jangan cuma kawin saja.. hehehe
Kawin selagi ada kesempatan. “Kesempatan” itu abstrak, lebih kompleks daripada “muda”. Tinggal mainkan konteksnya.
Ok, tulisan yang bagus Mas…
Saya termasuk “kelompok yang menikah diusia muda mas”
hehe..yang pasti menikah muda bisa menghindari dosa..
Dan merasakan indahnya warna warni kehidupan berumah tangga..
hore,kami sudah melakukannya………………………………….
kapan gue kawin…
saya juga salut dan respek terhadap orang yang “berani” menikah diusia muda, berani bertanggungjawab untuk dunia akhirat tentunya terhadap apa yg ia putuskan. Dulu temen kuliahku juga ada yang berani nikah saat mereka masih semester awal, alasannya sama seperti kisah junior mas Ari tsb. Dan mereka sampai saat ini bahagia sejahtera
sialan nyindir gue nih…
emang kagak bisa buat posting lain selain tread ginian ?
*bercanda*
nice posting…
tapi menurutku, yang selalu jadi kendala nikah mudah itu biasanya dari pihak orang tua deh
dan kalau soal di tanya nikah muda..
pasti yang merasa belum siap pasti si wanita
seep deh
kawin selagi muda ?
SD bole ga yah hehehehehe
haha..
jadi pengen
Pernikahan dini…Ouw..ouw..
Indah buanget bro, Suer dech.., pengalaman membuktikan demikian ;D
Kawinlah selagi mampu … kl ga’ mampu jangan deh..ntar amburadul
Ya beda orang beda pendapat. Kalau kawin harus ada persiapan, gimana bisa keluarga jadi bahagia kalo makan aja susah… terus nanti punya anak kurang gizi… lalu istrinya lari.
waduh saya termasuk orang yang tidak beruntung
belum nikah dan belum pernah kepikiran kesana
saya sih cuma ngikut Rosul ajah…nikah pas umur 25…huehehe…untung kesampaian…
wahhhh ceritanya koq miripppp banged dgn yg aku alamin. Meski banyak yg bilang pernikahan Dini, tapi Alhamdulillah kami sekarang menjadi keluarga yg bahagia dgn 3 orang anak. Terima kasih TUHAN atas semua Karunia-MU yg Indah ini.
aQ ga siap kalo harus nikah muda! tapi aQ salut ma orang2 yang berani mengambil keputusan utk menikah di usia muda… kecuali kalo alasannya dah ‘tekdung’ duluan
selagi muda.. selagi mampu.. selagi alesannya jelas.. selagi ada yang bayarin
(jadi curhat)..
wah nama asli saya dibeberkan disini..
hmm bingung mo comment apa.. yg pasti alesan saya married satu visi beda jalan ma sono.. klo mereka married suapaya ga zinah.. saya married supaya ga nambah2in dosa karena zinah
(maklum saya ga munafik hihi)
Pengen euuuy..,tapi harus nunggu delapan bulan lagi…
hiks…
Pingin nya sich seperti itu,tapi ortunya belum siap ngambil mantu. Hiks,,,,,
bukan cuma siap nikah muda bro…
tapi juga SIAP NIKAH LAGI
uenak tenan nikah muda reks..
Repot juga kalo punya cewe yang ada kakak perempuan masih lima orang dan belum nikah,
saya nikah umur 21 taun, dan terbukti banyakan enaknya…
sebelum nikah sempat terpikir akan hambatan-hambatan yang mungkin muncul, ya keuangan lah, ya psikologis lah…. dll, tapi alhamdulillah, setelah nikah, ada aja solusi dari hambatan-hambatan tersebut.
Daftarkan blog anda dalam Lomba blog berhadiah total 10 juta +handphone+speedy gratis. info lihat di http://www.audiochute.com
Pernikahan dini dong masssssssssss
Kawin Muda Tapi Nikah Kalo dah Dewasa, itu br enak..
yang penting siap lahir bathin…
kalau ngomong sih gampang mas, tapi realisasinya yang kadang sulit. apalagi yang terlalu banyak pertimbangan, atau ada juga yang malah, tidak ketemu dengan jodohnya.
Tapi saya setuju, selagi muda, harus kawin dulu, karena kalau nikah, rezekinya akan dilipat gandakan oleh Allah.
“Ini bukan masalah siap atau tidak siap, tetapi berani atau tidak. Iya, berani bersikap dewasa, karena menikah itu bukti kedewasaan manusia. Ada kalimat yang selalu kupegang: tua itu pasti, dewasa itu pilihan!”
wuih…kerenz kali ,
thanx yah mba’
hmmm…, waktu masih kuliah…
keknya kenal deh sama anaknya, apalagi si ahmad, tapi kalo si sono siapa?
[...] ketiga sahabat telah menyempurnakan separuh dari sunnah nabi. Pernah saya menulis dalam blog ini, kawinlah selagi muda. Saya coba kutipkan : Ini sekedar saran. Bisa juga sebuah ajakan. Ya, kawinlah selagi anda muda, [...]
Cepat kawin, cepat punya anak, cepat punya cucu trus nyantai gtu kale ya…………he he he….
[...] dan mayoritas mengatakan belum siap. pertanyaannya kapan siapnya? saya pernah memposting kawinlah selagi muda yang menceritakan keberanian yunior-yunior saya menikah disaat umurnya masih [...]
[...] dan mayoritas mengatakan belum siap. pertanyaannya kapan siapnya? saya pernah memposting kawinlah selagi muda yang menceritakan keberanian yunior-yunior saya menikah disaat umurnya masih [...]