anjarisme

blogging your life

anjarisme header image 2

Reality Show ataukah Show Reality

February 11th, 2009 · 52 Comments · sosialita

Ada dua ibu rumah tangga sebut saja namanya Bu Inah dan Bu Atun (keduanya bukan nama sebenarnya). Bu Inah merasa kesal karena piutangnya sebesar Rp 230 ribu tidak juga lunasi oleh kepada Bu Atun. Dia selalu menagihnya tetapi selalu dijawab tarsok, bentar besok. Pagi ini Bu Inah menagih lagi, tenyata bukan uang yang dia terima. Melainkan amarah dan ancaman kekerasan menggunakan alat penggorengan dari Bu Atun. Keributan tak terhindarkan.

Pertengkaran itu memancing tetangga lainnya untuk menontonnya. Sampai seorang pemuda, sebut saja Doni (bukan nama sebenarnya), berusaha melerai dan membawanya ke Pak RT untuk didamaikan. Keputusannya, dibuatkan perjanjian hitam diatas putih dengan materai sebagai bukti hukum kesanggupan pelunasan hutang itu disaksikan oleh Pak RT dan Doni. Bu Inah dan Bu Atun saling bersalaman dan masalah dianggap selesai.

Kejadian diatas tanpa sengaja saya saksikan di televisi pagi ini. Nama acaranya “selamat pagi” di Trans TV. Saya merasa bingung itu kejadian nyata yang dipertontonkan di televisi. Ataukah sebuah tontonan televisi yang sengaja divisualisasikan bahwa itu benar terjadi. Apakah untuk sekedar menagih hutang sebesar Rp 230 ribu, perlu disorot kamera lengkap dengan wartawan dan ditayangkan di acara televisi. Ataukan pihak televisi menganggap peristiwa penagihan hutang itu layak untuk dipertontonkan kepada publik?

Jika itu reality show, kejadian yang benar terjadi kemudian dipertontonkan bukan berdasarkan skenario, saya menjadi bertanya seberapa urgensinya penayangan peristiwa itu? Apakah itu mempunyai bobot berita yang layak ditayangkan?. Apakah etis mempertontonkan sebuah pertengkaran (perkelahian) dua ibu rumah tangga. Pasti ada yang dipermalukan, padahal perkara hutang adalah masalah lumrah dalam bertetangga.

Ataukah ini show reality merupakan tontonan yang diskenariokan seakan terjadi dalam kenyataan. Tidakkah televisi mau dan mampu membuat acara yang lebih berbobot?. Mengapa acara yang ditampilkan kurang bernilai. Mengapa tidak menampilkan Show yang mampu menjadi pembelajaran.

Adalah hak setiap pengelola televisi untuk membuat dan mempertontonkan macam acara yang dianggap mampu meningkatkan rating. Ratinglah yang mendatangkan iklan. Dan iklanlah yang mendatangkan keuntungan. Dunia televisi sepertinya hanya mengenal satu ideologi yaitu rating. Rating adalah raja.

Tetapi hak pula publik menerima tontonan berkualitas. Televisi dan acaranya telah masuk ke ruang paling pribadi publik. Tanpa izin dan tanpa sadar, televisi telah “menjajah” dan menjejali publik dengan berbagai macam informasi. Baik yang bernilai maupun sampah informasi.

Dari subuh televisi telah mempertontonkan acara agama yang menceramahi agar selalu berbuat baik dan benar. Dengan acara yang sangat monoton dan tidak enak ditonton mengajak untuk menjauhi dosa dan menganjurkan ke jalan surga. Tak berapa lama dipertontonkan acara yang mempergunjingkan dan menggosip kehidupan para selebritas. Memberitakan hal-hal yang remeh seperti perpecahan rumah tangga, perceraian, perselingkuhan, hubungan asmara dan pacaran. Bahkan acara ini selalu menggalang opini tanpa sadar menggiring pemirsanya untuk berprasangka.

Dilanjutkan dengan acara musik yang dikemas tak lebih dari acara gosip juga. Dan kemudian acara sinetron yang mempertontonkan secara hitam putih si jahat dan si baik. Dengan mimik mata melotot dan kata-kata kasar yang sering terucap. Siang hari, acara gosip pun kembali menjadi menu rutin. Hanya sedikit saja porsi tontonan yang menyajikan berita dan informasi yang memang dibutuhkan publik.

Itulah yang menjadi menu rutin televisi. Tontonan macam itulah yang selalu memenuhi indera kita dan menjadi santapan yang terpaksa dikonsumsi. Karena menjadi rutinitas maka menjadi bias antara reality dan show. Televisi telah mengangkat suatu realita menjadi tontonan dan sebaliknya mempertunjukan tontonan seakan itu menjadi realita kehidupan. Bahkan tontonan seakan dapat dijadikan tuntunan, sementara tuntutan dikemas menjadi sebuah tontonan. Itulah mengapa saat ini saya jarang menonton televisi. Ironi!.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
  • Facebook
  • TwitThis
  • Print this article!
  • Google
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Yahoo! Buzz

Tags: ················



52 Responses to “Reality Show ataukah Show Reality”

  1.   si kecil@rumahkayu said:

    realitixxxxx

    eyang, salam dari papa sama mama.

    aku yang diminta datang soalnya dua2nya lagi hebboohhh..

    papa lagi kerja, bunda… lagi bingung, gimana sih caranya ngitung GMT, hi hi hi… eyang tau kan bundaku selalu pusing urusan GMT ini dari dulu, dan suka kesasar sasar gak karuan, kenapa sih ngga sedunia dibikin satu waktu aja, kan simpel, kata bundaku… he he he… ;-)

    salam,

    si kecil~

    wewss makin gak jelas nih keluarga rumah kayu

    [Reply]

  2.   si kecil@rumahkayu said:

    eh salah eyang, maksudku tadi salam dari papa sama bunda… hihihihi.

    bunda, bukan mama(nya entah siapa), hi hi hi.

    si kecil ~

    walahhhh. error nih

    [Reply]

  3.   yangputri said:

    aku jarang banget nonton TV,
    kalo ada waktu luang paling dihabiskan untuk ngenet, ma baca novel.. :D

    ckckck.. hebat yang putri.. masih sempat ya?? gak pusing dg urusan akuntansi :P

    [Reply]

  4.   lischantik said:

    Yach itulah dunia televisi qta yg dikejar rating aja

    teruss ratingnya dikejar siapa lisss???

    [Reply]

  5.   priandhani said:

    wah, gak ada waktu bwt nongton nyang bagetoan, tv favorit sekarang cuma TVone…

    http://priandhani.blogspot.com/2009/02/my-crispy-blog-award.html
    ada berita untuk pa ari neh!

    siapppppppppppp

    [Reply]

  6.   priandhani said:

    wekkk! kok tiba2 komen saya bisa nyelip di atas…

    jangan heran gitu dehhh, ndeso banget :P

    [Reply]

  7.   Faiz said:

    Aq hampir 3 bulan gak liat tv kayak apa. Maklum kost-ku saat kuliah sekarang gak ada tv nya. Paling cuma tau berita dr detik.com di kampus aja.

    wedewwww kasian banget sih faizzzz, ntar ke bali dibawain deh mainan tv. kekekke

    [Reply]

  8.   julie said:

    eyang eyang gitu aja koq pusing
    yarin ajalah dah males aku ngomongin tontonan di tipi
    apalagi aku nda punya tipi rencana mow beli taon 2010 pas world cup aja
    peace eyang…

    waduhh bukan pusing, tapi sedih jul.. ntar deh eyang beliin. besok ambil yaaa

    [Reply]

  9.   si kecil@rumakayu said:

    ketigaxxxx… itu orang2 di tivi kadang-kadang udah suka bingung kali eyang, bikin acara apa. jadi yang ngga mesti masuk tivi masuk tivi…

    itu bagian dari kreativitas mereka, walau menurut kita sih “enggak banget deh”. menyedihkan ya?

    makanya aku disuruh belajar yang rajin biar pinter, makanya didekatkan dengan alam, makanya diajarin bergaul sama banyak orang biar bisa membedakan kalau aku besar nanti, pas aku masuk tivi diwawancarangga salah omong… hihihi, salah, salah…emangnya seleb mau masuk tivi diwawancara (walo para seleb juga kalo wawancara memang suka asal ngomong.. hihihi …)

    maksudku, biar nanti aku pas besar bisa tau mana kreatif yang mendidik, yang positif, atau yang “please deh ah” kaya’ yang eyang ceritain itu…

    gitchuuu eyang…
    dadah, aku pulang dulu. btw, jam di rumah eyang ini sama kan dengan jam di rumahkayu? gak pake GMT GMTan?

    he he he

    si kecil~

    mang sama bunda dee, si kecil dah bole nonton tv?? mang di udik sana sudah ada tv??? ada siarannya?? kayaknya rumahmu di udik banget dehhhhh……. bilang ya ama bunda dee, kalau eyang gak suka ngomong sama anak kecil. bilang klo eyang maunya ngobrol langsung dg bunda dee. salam ya. dah sana pulang. nih bawa oleh2 duren buat bunda dee

    [Reply]

  10.   depz said:

    memang ironi
    tapi faktanya memang bgtu yang laku
    gimana donk eyang

    waduhh maaf kang depz . saya bukan anggota KPI. tanya kang yans tuh yg anggota KPI. wkakakak

    [Reply]

  11.   sidodin said:

    yeah, sinetron sucks

    [Reply]

  12.   yans said:

    Televisi adalah sarana Informasi, pendidikan dan hiburan. Nah pihak operator TV saat ini jor-joran menayangkan hiburan hal2 yang realistik. Walau beberapa acara sudah di atur lakon dan ceritanya. Sah2 saja pihak operator menayangkannya, disini sisi hiburan yang dipilih. Para penonton yang majemuk mempunyai pilihan acara yang ditonton. Masalah kualitas bergantung kita yang memilah milih. Kita punya KPI, dan ini juga menurut aku ga tau sejauh mana tugas dan wewenang mereka dalam membatasi tayangan. Lucunya, acara2 di TV selalu kontroversi dan lebih anehnya, KPI baru nyadar acara itu tidak baik setelah tayang..hee..hee

    regards,
    http://yans.blogdetik.com

    nahh bener kan. klo kang yans yg komentar masalah ini pas. top markotop. maknyusss. klo KPI gak becus dilaporkan kemana kang yans???

    [Reply]

  13.   tanyasaja said:

    ya begitulah klw media hanya mengejar keuntungan semata, blom lagi iklan2 partai politik yg sertiap detik dgn slogan masing2 yg menjanjikan, seharusnya media hrs lebih bijak dan netral dalam segala hal dan memilih program2 yg bermanfaat…..

    kang joel, kayaknya kita yg mesti ngajarin mereka apa arti bijak ya..

    [Reply]

  14.   anny said:

    Sekarang banyak acara gak berkualitas ya?
    apalagi sinetron2 huh…bikin enek aja….makanya nonton tv cuma berita aja yg ku tonton

    teh anny mau muntah????? bentar teh, aku cariin baskom dulu. lohhh kok muntahnya sinetron semuaa??????

    [Reply]

  15.   tonosaur said:

    tpi saya juga jarang nongton.. lebihbanyak saya denger aja..

    ndengerin opo mas?? degung sunda?? welehhh….

    [Reply]

  16.   maureen80 said:

    makanya, nge-blog aja eeeeyyyaaaanngggg…. :D

    iyaaaa ini juga ngeblog ttg tipi yang tidak mendidik ituuuuuuuuuuuuuuuuuu. aku masih denger rien, gak usah teriak2 gonoooo

    [Reply]

  17.   andivan said:

    wah.. seharian mantengin tivi tu kanyaknya ampe hafal jadwalnya..hihihihi

    locchhh piye to ini?? bukankah kemarin teh dina yang ngasih tahu acara tipi-na??? lupa ya?? mentang2 ketemu ma mahasiswa baru. hiksss

    [Reply]

  18.   hamidin krazan said:

    Sekarang orang gampang bisa tampil di beraneka avara televisi, sekarang banyak hal biasa-biasa aja bisa masuk televisi, sekarang banmyak kemasan acara televisi yang biasa biasanya saja dan ada kesan ada semacam acara televisi (produksi acaranya) hanya semacam sebuah ‘kolam renang’ segala sampah dimasukkan lalu dientas menajdi sampah yang bersih. Misterinya… Jika sampah itu adalah uang buat modal sebuah produksi berbagai acara itu, lantas pertanyannnya: Sampah siapakah itu? (maaf saya bukan mencurugai ada semacam ‘money loundry’) melalui produksi acara yang remeh temeh ataupun lainnya itu looh….

    wahhh. ckk..ckk.. ini sudah berat nih kang.. maaf saya tak faham begini.. yg penting mah acaranya emang gak mutu. tapi apakah sudah masuk kategori sampah gitu?? padahal sampah juga berguna atuh kang.. bisa didaur ulang menjadi barang yang bermutu dan jadi pupuk juga bisa. lochh ini ngomongin apa ya?? kekekk.

    [Reply]

  19.   uni said:

    hmmm… semuanya kembali pada keputusan para penonton kotak ajaib itu sendiri ^_^, yg baik ya silahkan di ambil, yg ga baik… lupakan saja, hehe…
    acara kotak ajaib yg uni suka acara oprah, kick andy sama mario teguh

    waduhh uni, rasanya si kotak itu udah gak ajaib lagiii. keajaibannya sudah hilanggggg…

    [Reply]

  20.   Pencerah said:

    yg penting rating tinggi om

    yang penting duit ato rating kang??

    [Reply]

  21.   starone solo said:

    numpang promo lomba blog

    http://staronesolo.blogspot.com

    bayarr dongggg.. ratingnya kan dah tinggi keekk

    [Reply]

  22.   omiyan said:

    ya sekarang kita disodorin aib sesama entahlah apa maksudnya

    bagai makan bangkai sodara sendiri ya om iyan .. kekekk itu kata pak ustadz sihhh

    [Reply]

  23.   hes said:

    .. itu, reality show juga katanya ga reality ya?:lol:

    wews…. ini bagus untuk judul postingan selanjutnya.. tks hess..

    [Reply]

  24.   ucie06 said:

    BIasa Yang..penonton kan suka jika keburukan orng lain terkuak..
    Memang ada juga reality show, yg sepertinya terlalu dibuat2, untuk dpt rating.Kan reality show yg sedang marak Yang. Salah satunya ak pecinta realty termehek2… :mrgreen: Btw Eyang rajin nonton tipi ya…

    aduhhhh aku jadi termehek-mehek dg ucieeee.. eyang dah gak suka nonton tipi ucieeee… kebetulan atuh mahh.. dah males lihat sinetron yang bintangnya kayak ucieee smuaaaaaaa. kekekk

    [Reply]

  25.   Ben said:

    Di spacetoon, bebas gosip dan acara pulitik gak mutu itu. Nek gak, nyetel pisidi Pallapa, Serra or Monata azah dijamin damai hati kita.

    wakakkak, cucu-ku nonton itu tiap pagi kang ben. dunia anak damai rasanya..

    [Reply]

  26.   icai said:

    itulah kalo tv-nya Indonesia om….

    wewww. .. mang klo tv-nya indo gak gitu?? klo tv-nya nesia gimana???

    [Reply]

  27.   babacilukba said:

    hooaaaaahhmm (nguap!)… aku udah apatis sama pertelevisian kita!

    ika, jangan nak. jangan apatis gitu to. lho..lho…kok malah rambutmu diacak2 gitu. ikaaaaaaaaaaaa pulanggggggggg jgn lembur muluuuuuuuuuuuuuuuu………..

    [Reply]

  28.   Rayya said:

    Yach itulah dunia skrg dan media informasi yg paling byk dgemari n mudh dtrima adlh tv krn alat audiovisual. Mungkin u/ org yg tdk byk aktivìtas plariannya adlh tv ato ngrumpi. Cuma amat dsaygkan bl drima oleh anak2+org yg tdk bfikir pjg. Mrk akan mudh mniru, yg palg gak enak bl yg dtiru adl yg kurg baik (spt: bhs komunikasi baik ucapan ato tingkah laku, pnampilan, gy hdup,dll) sy sgt mnyaygkan bl itu b’efek pd anak2 krn mrklah gnrs pnerus kelg +bangsa yg hrs d ddk+dbekalì sjak dini

    amiinnn mba. moga anak2nya selalu terjaga ya..

    [Reply]

  29.   Rudi Gudel said:

    Makanya daripada kebanyakan nonton tipi…mendingan ngegosip aja di blogdetik… :D

    ngeblog ato ngegosip kang??

    [Reply]

  30.   Professor Chaos aka Greenapple2008 said:

    makanya mas nonton animal planet aja spt aku ini,hehehe

    wesss…. saya udah tuwir apple….. emang kayak kamu yg masih anak2????// hahaha

    [Reply]

  31.   cyperus said:

    yang pasti pasti aja deh..

    ini juga dah pasti kang frans, pasti gak mutu :P

    [Reply]

  32.   Professor Chaos aka Greenapple2008 said:

    luangkan waktumu ,aku ada blog baru,jamuran ga ada pengunjungnya,sedih hatiku

    http://lemonginger.blogdetik.com/

    waduhhh promosi blog. bayar kinapple!!!!!!!

    [Reply]

  33.   triplezet said:

    Ibu2 berantem gara utang-piutang 250 rebu, dan itu masuk Tivi??
    Benar2 gak ada nilai beritanya.. Mgkin wartawan tv dan kameramennya keabisan bahan berita, jadi maen besut aja. Gak propesional dan perlu dikursuskan jurnalistik tv kali yee..

    Mending syuting bintang sinetron yg baru nih, kenalkan : adik angkatnya Ari Wibowo…, Anjari Wibowo :mrgreen:
    Huahahahaaakk…

    wakakkaka. Anjari Wibowo????? wahhhh gak mauuuuuuuuuuuuuu! aku gak mau dinebeng keartisan orang lain. aku kan dah artis (asli rodo autis) hehehehheh

    [Reply]

  34.   rice2gold said:

    mungkin menyesuaikan dengan kondisi rakyat Indonesia kebanyakan mas, jadilah apa yang kita lihat di TV seperti itu. Sebuah refleksi dari kehidupan nyata disekeliling kita……kata easy : NO. QUALITY COMMUNITY versi saya : GAK MUTU

    walahh segitu parahkan kebanyakan rakyat kita? banyak yg tidak mutu?? waduh,, jgn2 yg gak mutu ini sudah jadi bupati, gubernur, dpr, presiden dan penguasa lainnya. hehehheh

    [Reply]

  35.   yosephs said:

    dah cuman niru2, ga kesampaian pulak… cian bangettt tv kita

    kaciaannnnnnnnn deh….. kita?? bukan ahhh, heheheh

    [Reply]

  36.   songgolangit™ said:

    Tv ya eyang…
    aku seneng liat TV ya :D semoga lebih baik semua yg ada di indonesia nanti

    salam supries :P

    aminnnnnnnn doanya ya ki songgo :D

    [Reply]

  37.   aziza said:

    Buat ngisi acara kali.. simple dan gratis.

    walahhhh………

    [Reply]

  38.   ruanghati said:

    iya eyang ….
    kemaren itu 11 hari di RS kerjanya nonton acara TV mulu …. ampe hapal .. hehehe ..

    meskipun tidak semua jelek sih .. ada jelajah, investigasi, selamat pagi indonesia, dan info lainnya. T emang sih dibanding dengan sinetron dan acara reality show itu jumlahnya kalah banyak.

    welcome back, ruanghati. semoga sudah pulih ya..

    [Reply]

  39.   wewenk said:

    haha… aku juga nonton itu mas…

    emang sih kesannya terlalu mengurusi urusan masyarakat… bahkan televisi sekarang sudah bisa meginterogasi seseorang melebihi seorang anggota inteligen negara…

    maksud si tivi dalam konsep acaranya mungkin cuma membantu menyelesaikan permasalahan si ibu yg kesulitan menagih hutangnya. Kebeneran si ibu melaporkan hal ini ke acara selamat pagi trans7

    Tapi, toh akhirnya permasalahan ini diselesaikan didepan RT juga… emangnya si Ibu gak bisa yah lapor ke Pak RT sebelum lapor ke Tivi??

    Apakah si ibu yg pengen nongol di tivi, ataukah si tivi yang pengen “bikin2″ acara?? hahaha… wallahualam…

    weww?? bener nonton juga????????// wahh jangan2 kang wewenk produsernya . hahhahh

    [Reply]

  40.   hilman said:

    Makanya aku paling muales nonton tipi (memang karena tipinya juga lagi rusak kali, ya…???) :D

    walah beli baru kang…. banyak duit kok. . mayan bisa nonton yg ecek2 gitu…

    [Reply]

  41.   fianty said:

    uugh.. baca comment buat eyang aja ud pusing apalagi nonton tv beneran.. untuk aku jarang nonton tv. ;)

    fiantyyyyyyyyyyyyy bilang aja cara nulisku amburadul. bikin orang pusing.. wakaakkka

    [Reply]

  42.   baratra said:

    haduh, klo dah di kaki langit bahasan nya pasti yang gini gini neh, btw tivi tu apa mas? :D (lugu bener ya saya)

    [Reply]

  43.   aba jelo said:

    iya selamat anda tidak suka nonton tivi, tapi tolong keluarga anda terutama yang masih anak-anak agar di bimbing dengan tontonan yang bermutu dan mendidik, krn menurut ilmuwan nonton tivi sanag besar pengaruhnya sama anak-anak.

    [Reply]

  44.   si kecil@rumahkayu said:

    eyang: bilang ya ama bunda dee, kalau eyang gak suka ngomong sama anak kecil. bilang klo eyang maunya ngobrol langsung dg bunda dee

    si kecil: mak-sud eyang… eyang seneng sama bundaku?
    yah eyang… itu mah jelassss… nyataaaa…
    anak kecil juga tau! he he he he he :-D

    [Reply]

  45.   gani said:

    habis.. nonton sinetron mau muntah, nonton film kekerasan mulu, nonton berita sedih terus, nonton acara politik omong kosong aja, yah.. nonton yang real2 aja biar aneh tapi beda sama yang udah biasa direkayasa…
    miris hidup dinegeri antah impian ini…

    [Reply]

  46.   wewenk Go bLoG » Blog Archive » Lapor Polisi atau Lapor ke TV??? said:

    [...] ini sedikit terinspirasi dari sebuah post yang berjudul Reality Show ataukah Show Reality yang sempat q baca kemarin di blog nya mas anjari. Postingan ini juga berhubungan dengan acara [...]

  47.   udinkoxx said:

    hmmm nonton sinetron?
    cp deh :)

    [Reply]

  48.   easy said:

    eyang lupa ya kalo kita tinggal di indonesia :mrgreen:

    [Reply]

  49.   aribicara said:

    Tapi yg saya harapkan kejadian yg terjadi Live sama Bu Atun Vs Bu Inah malah hanya dijadikan Rality Show saja oleh masyarakat yg melihatnya :D

    Salam :)

    [Reply]

  50.   shanti said:

    Wah sy jarang ntn tv eyaang.. Nanti ceritain y gosip ato reality show yg lain..

    [Reply]

  51.   ariefku said:

    Terus mw gmana lg. toh qt nonton siaran yang gratisan, g perlu byar k stasiun TV. Emang c acrax g brmutu bgt. tp mw gmn lg?

    [Reply]

  52.   eko juli said:

    indonesia banyak orang pintar, banyak orang kreatif…

    mungkin yaang sedikit … kesempatan!!!

    kali.

    mungkin mas…..

    [Reply]

Leave a Reply