3 hari 3 kota
journey November 3rd, 2009
berselayar angin mamiri mengarungi hari di bumi sulawesi kala mentari terik sekali; meninggalkan pantai losari merangkak meninggalkan senja makassar menggapai palopo yang berjanji mempersembahkan indahnya pagi;meliuk di kaki bukit yang mengular, berhampar pandangan laut, bersambut sejuknya pagi tanah palopo; selamat tinggal palopo, selamat datang soroako. senja soroako berselimut kabut danau matano mengiring tapak langkah menghadap sultan hasanudin makassar saat nanti pagi menjelang; kembali hembusan angin pantai losari dan lembutnya mentari makassar pagi menyapa hati setelah dua hari mengitari tanah sulawesi. waktu mendekatlah padaku, sempat segeralah merapat. tak sanggup terlalu lama menunggu; saatnya raga bertahta di peraduannya dan jiwa mengendap dalam nuraninya.
kalimat-kalimat diatas bukan puisi, melainkan status facebook saya. menggambarkan perjalanan saya selama 3 hari pada 3 kota; makassar, palopo dan soroako. 3 kota yang memberi nuansa yang berbeda dan kenangan yang tentu saja tidak sama. nuansa makassar sebagai kota besar yang terus bergeliat dalam pembangunan, palopo kota kecil yang tenang dengan nuansa perbukitannya dan soroako, daerah penghasil nikel dengan danau matano-nya yang tenang. ketiga kota tersebut termasuk ke dalam provinsi sulawesi selatan. dan yang paling spesial dari perjalanan 3 hari 3 kota itu adalah perjumpaan saya dengan dblogger palopo; sainal sahid. atau yang lebih dikenal dengan enalt.
makassar
sebelum jam 6 pagi, saya telah tiba di bandara soekarno-hatta. dan menghadapi antrian check in di counter garuda indoensia yang panjang. meskipun itu di counter khusus bagi penumpang yang memegang frequent flyer. saya makin kagum, jumlah penumpang pesawat di terminal 2 domestik semakin hari semakin padat saja. bisa dibayangkan bagaimana hiruk pikuknya penumpang di terminal 1 yang diperuntukan untuk pesawat non garuda indonesia dan merpati nusantara.
setelah sekian lama berdiri antri, saya dihampiri petugas garuda indonesia yang ingin membantu menggunakan fasilitas self check in. inilah kemudahan baru yang ditawarkan garuda indonesia bagi penumpang yang tidak berbagasi, penumpang dapat melakukan check in pada deretan perangkat elektronik tanpa harus berdiri antri untuk melakukan check in.
menunggu waktu keberangkatan, segelas teh jasmine panas dan sepotong rotiboy yang beraroma khas menggantikan menu sarapan pagi saya. sekitar jam 7 pagi, pesawat garuda indonesia take off. perjalanan jakarta makassar akan menempuh waktu sekitar 2 jam. cukup untuk memejamkan mata menggantikan waktu tidur pagi yang terpotong untuk persiapan perjalanan pagi ini. apalagi setelah menyantap omlet, menu sarapan pagi yang disediakan garuda indonesia.
tak terasa lama, pramugari mengumumkan saatnya untuk mendarat di bandara sultan hasanudin makassar. perbedaan waktu 1 jam lebih awal, sinar matahari sudah terasa menyengat di makassar meskipun baru jam 10 pagi. hari pertama perjalanan dinas di makassar sudah tenggelam dengan agenda yang padat. tak ada waktu sekedar menikmati indahnya pantai losari. atau sekedar mengintip megahnya trans studio. hanya sekedar mampir berfoto narsis ria sebagai tanda telah mengunjungi kota angin mamiri ini. lagi pula pantai losari sedang dalam proses reklamasi guna pelebaran jalan losari.
waktu maghrib tiba, ketika saya check in di hotel clarion makassar sekedar membersihkan diri dan mempersiapkan perjalanan panjang ke kota palopo. jam 8 malam, saya dan ketiga kawan menuju tempat bis yang akan mengantar perjalanan ke kota palopo sekitar 7 jam.
palopo
sebelum keberangkatan ke palopo saya sempat bertanya tentang sarana transportasi ke palopo. konon, perjalanan menggunakan bis umum lebih nyaman. dan ternyata itu benar. tempat duduk yang nyaman, ruang yang lega dan bis yang besar sehingga saya merasa cukup beristirahat. perjalanan menempuh jalan yang berliku dan waktu yang lama itu terasa lebih nyaman.
pagi hari saya terbangun dari tidur telah memasuki kota palopo sekitar jam 6 pagi. disambut kabut pagi di sepanjang perbukitan yang kami lalui dengan jalan berliku. sementara dibawahnya berhampar tambak udang di pinggir pantai.
masih ada cukup waktu untuk membersihkan diri, saya dan rombongan chek in di hotel citra buana. sebuah penginapan yang cukup nyaman dengan kesederhanaannya yang terletak di palopo sebuah kotamadya di kabupaten luwu provinsi sulawesi selatan. salah satu sajian khas setiap berkunjung di daerah sulawesi bagian selatan adalah nasi goreng yang berwarna merah. rasanya khas dan tidak sepedas tampilannya.
sekitar jam 10 pagi, agenda saya di palopo telah selesai. kemarin, sebelum ke palopo saya sempat berkomunikasi dengan dblogger dari palopo menggunakan facebook. bersamaan dengan selesainya tugas, kolega saya dari palopo menyampaikan kalau tadi ada seseorang yang sempat mencari saya. hanya satu orang yang saya tuju, kang enal!. dan ternyata benar. saya sempat pesimis akan bertemu dengannya kawan dblogger ini, karena terbatasnya waktu saya yang harus segera berangkat ke soroako.
alhamdulillah, waktu masih memberi kesempatan. akhirnya saya dapat berjumpa dengan kang enal di meja makan siang. pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit itu terasa sangat singkat. tak banyak berbagi cerita dan bertukar kata. belum lagi maureen yang ikut nimbrung melalui telepon seluler enal. kesungguhan kang enal menyempatkan waktu menerima saya ditengah kesibukannya, cukup memahamkan saya, betapa ikatan batin persahabatan dblogger itu begitu bermakna. apalagi pertemuan dengan kang enal ini sambil menikmati sajian hangat kapurung khas palopo yang lezat. ditambah pula cinderamata kaos oblong bersablon ornamen palopo dari kang enal.
soroako
perjalanan palopo ke soroako selama 6 jam dengan kendaraan pribadi. ingin rasanya saya menikmati perjalanan yang lebih banyak melewati daerah non perkampungan itu. jalan yang tak terlalu lebar namun cukup baik berkelok dan turun naik. namun rupanya perjalanan yang maraton dan banyaknya agenda, saya lebih banyak menggunakan waktu untuk istirahat.
sore hari, saya sampai pada suatu daerah pertambangan nikel terbesar negeri ini di soroako. sebuah daerah yang mempunyai fasilitas dan pengelolaan seperti layaknya kota mandiri. setelah menyelesaikan tugas dan sebelum melakukan perjalanan kembali ke makassar, saya sempat berkeliling. yang membuat saya kagum bukan ketersediaan fasilitasnya, karena banyak daerah yang secara geografi terpencil memilikinya. tetapi kepatuhan terhadap rambu dan peraturan lalu lintasnya patut diacungi jempol. pemakaian safety belt, batas kecepatan, tidak boleh mendahului kendaraan dan tidak putar balik sembarangan begitu dipatuhi. dan pastinya di soroako ini saya mendapat kesempatan berfoto danau matano yang indah sebelum matahari terbenam. konon danau ini terdalam kedua di dunia.
akhirnya, saatnya kembali melakukan perjalanan panjang 12 jam kembali ke makassar. bermalam lagi di jalan, didalam bis antar kota. sungguh perjalanan panjang dan melelahkan. selamat menikmati perjalanan anda. sampai berjumpa!



About















waaah enaknya jalan2….
salam kenal eyaang
wahh enaknya jalan2
hihi niru2 komen di atas
ooo………beritanya sampeyan ada di pesbuk ya kang?**cepet2 buat account pesbuk**
mantabbbbb
*ngiri*
kalo jalan ajak-ajak dong……
eh tuch pantai emang namanya ari ya…..
pantai mana yg namanya begitu….. mau dong punya pantai sendiri… itung-2 buat investasi dan masukan devisa keluarga….he he…
kapan2 jln ke palopo lagi yah eyang,..enalt pasti akan menemani lagi kok.semoga silaturahmi dblogger selalu terjalin di seantero nusantara,..
ga masuk angin mamiri,Mas.?
jalan kemana eyang, btw, salam kenal yaa
kapan uni kesana ya kak? ^_^
pak anjari kek raja minyak, fotonya dikelilingi 4 cewek
hehehehehehe
mantabs banget, jalan-jalan terus…
Jalan-jalan terus…
gambarnya keren bgtt
asyik nian…. pengen juga jalan-jalan terus…
Mas Ari beruntung banget bisa keliling indonesia
oleh2nya mana?
eyaaaaaaaaaaaaaang…………..
mana ne oleh2nya
gini nih,… kalo dah keasyikan lupa ma cucu2nya, masak aku g d ajak,…. ngambek