saya ingin berbicara soal anak laki-laki dan perempuan. bukan secara fisik dan sifat umum laki-laki dan perempuan yang memang berbeda. seringkali saya mendengar pernyataan bahwa memiliki anak laki-laki atau anak perempuan sama saja. tidak usah dibeda-bedakan. saya menganggap pernyataan ini sebagai kalimat eufemisme dan nasehat untuk membesarkan hati lawan bicara.
sebagai contoh saya sendiri. banyak kawan atau orang lain bertanya kepada saya, berapa anak saya dan apa jenis kelaminnya. ketika saya menjawab bahwa saya mempunyai empat orang putri, sebagian besar menunjukkan ekspresi terkejut. mereka tak menyangka telah memiliki empat anak yang masih kecil dan berjenis kelamin perempuan semua. pertanyaan selanjutnya menyoal apakah saya sedang berusaha “mencari” anak laki-laki. dan akhirnya muncul nasehat bahwa anak laki-laki dan perempuan sama saja.
ucapan dan sikap beberapa orang tersebut, meskipun diakhiri dengan nasehat, tidak menghilangkan kesan sinis dan mentertawakan diri saya. oleh sebab itu, saya biasanya menanggapinya dengan besar kepala. saya katakan bahwa menciptakan hattrick dengan berturut-turut mempunyai anak yang berjenis kelamin sama itu sulit. apalagi memiliki empat anak perempuan berurutan. artinya tidak semua suami memiliki talenta seperti saya. lagi-lagi, sebenarnya ini juga pernyataan “eufemisme” kepasrahan saya dengan apa yang telah dianugerahkan tuhan kepada saya dan istri.
sikap menerima ini bukan berarti mendorong saya untuk menerima sebuah pernyataan bahwa anak laki-laki sama dengan anak perempuan. karena kenyataannya memang berbeda. sehingga saya merasa tidak nyaman dengan judul artikel “anak laki-laki atau anak perempuan sama saja, tapi…“. kalau memang sama semestinya tidak memakai kata “tapi”. katakan saja sepolosnya, bahwa anak laki-laki dan perempuan itu memang beda. bagi siapa saja dapat mempunyai harapan memiliki salah satu jenis kelamin itu. atau bahkan menghendaki keduanya.
saya angkat topi dan kagum jika ada orang dari sebelum menikah hingga setelah bertahun-tahun menikah, dengan segala kesungguhan hati dan ucapan tanpa prasyarat apapun mengatakan bahwa anak laki-laki atau perempuan sama saja. sebab menunjukan orang itu telah terlepas dari egoisme dan keinginan individu sebagai manusia. orang itu mungkin telah mencapai hakekat dan makrifat manusia sebagai hamba tuhan.
sayangnya saya tidak termasuk kategori manusia seperti ini. saya setuju dengan kalimat:
berbeda dengan pasangan yang sudah punya anak pertama dan ingin mendapatkan adik bagi si sulung. umumnya pasangan menginginkan anak kedua yang berbeda. artinya jika yang sulung cewek, pasangan cenderung ingin agar yang kedua cowok, atau sebaliknya (senandung cinta rumah kayu)
sejak awal menikah, saya mengharapkan anak laki-laki sebagai anak pertama saya. bahkan saya sudah menyiapkan nama laki-laki sebelum janin dikandung istri saya. ketika usia kandungan istri saya telah menginjak 4 bulan, istri menjalani pemeriksaan ultra sonografi dan dinyatakan bahwa anak saya perempuan. namun saja, saya tetap membiasakan memanggil janin dengan salah satu unsur nama laki-laki yang telah saya siapkan. keegoan saya menyatakan semoga pemeriksaan itu salah sehingga anak saya lahir dengan jenis kelamin laki-laki. dan akhirnya setelah benar bahwa anak saya lahir dengan jenis kelamin perempuan, saya tetap menggunakan nama “alif” sebagai nama tengahnya. nama lengkapnya, fathimah alif salsabila. rasanya cocok juga.
tak ada hubungannya dengan suku atau agama, ketika saya menginginkan anak laki-laki. dan manusiawi juga ketika saya mengharapkan sebuah kesempurnaan. ketika anak pertama saya perempuan, saya berharap anak kedua laki-laki. sehingga saya mempunyai dua anak yang lengkap jenis kelaminnya. harapan memiliki anak laki-laki belum pupus.
saya mencari tahu dari berbagai sumber dan literatur bagaimana kiat memiliki anak laki-laki. sebagaian besar saya mencari melalui buku dan internet. dari pola makan, waktu hingga posisi berhubungan suami istri. tak jauh beda dengan apa yang disarankan dee dan kuti dalam bukunya. suami banyak menyantap makanan berprotein tinggi seperti daging, sementara istri menyantap sayuran. dan memang kenyataanya saya lebih suka daging dan telor dibandingkan sayuran, sementara istri sebaliknya tak mau makan jika tak ada sayurannya.
namun ada juga yang lebih menyenangkan. jika ingin anak laki-laki, upayakan istri lebih dulu orgasme. jika ingin perempuan. sebaiknya suami dahulu yang mengalami ejakulasi.
rumahkayu tahu benar apa yang menyenangkan. ini memang mengasyikan dan memberi kenikmatan yang luar biasa. ini pula yang sering saya dan istri alami. istri saya lebih dahulu orgasme. dan saya akan merasa bersalah jika mengalami ejakulasi sebelum istri mengalami orgasme. namun yang paling sering dialami mencapai titik puncak secara bersama-sama.
saya juga beberapa kali berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. apakah benar kita dapat mempunyai anak dengan jenis kelamin sesuai yang diinginkan. ternyata jawabannya mengejutkan saya. menurut dokter itu, sejauh ilmu yang dia pelajari, tidak terbukti secara empiris bahwa makanan dan posisi berhubungan itu terhadap jenis kelamin anak.
malah dia menanyakan, apakah saya percaya dengan kuasa tuhan. karena tuhan lah yang menentukan jenis kelamin seorang manusia. kemudian dia menerangkan secara awam bagaimana proses bayi tabung. dan bagaimana sulitnya memisahkan kromosom x dan y yang menjadi unsur penting dalam terbentuknya jenis kelamin seorang bayi. entahlah mana yang benar, apakah jenis kelamin dapat direncanakan atau tidak. dan saya mempunyai harapan dan berusaha untuk itu.
satu setengah tahun kemudian, istri saya hamil lagi. kali ini saya tidak menyiapkan nama apapun. dalam hati saya berharap semoga anak kedua saya laki-laki. namun ternyata saya kembali dianugerahi seorang anak perempuan. saya memberinya nama nissa azzahra syarafina. dua anak perempuan yang cantik dan menggemaskan. saya dan istri merasa cukup. ada keinginan untuk mengikuti program keluarga berencana. istri saya memilih metode suntik.
sementara itu dengan berjalannya waktu, keinginan untuk memiliki anak laki-laki pun memudar. memiliki dua anak perempuan seakan telah memenuhi ruang kasih saya sebagai ayah terhadap anaknya. apalagi kakak ipar dan adik saya memiliki masing-masing anak laki-laki. rasanya saya sudah memiliki dua anak laki-laki. ditambah lagi melihat kenyataan pada dua saudara saya tersebut, ternyata mengurus anak laki-laki membutuhkan energi lebih. pembawaan laki-laki yang lebih aktif dan agresif dibandingkan perempuan yang kalem dan lembut, membawa saya dan istri pada rasa syukur memiliki dua anak perempuan yang manis.
pola makan dan perilaku seksual suami istri pun tak jauh berubah. setelah lebih dari satu tahun ternyata istri saya hamil. alat kontrasepsi suntik yang digunakan istri ternyata tidak berhasil. keinginan memiliki anak laki-laki yang telah menipis, tak menghalangi saya untuk tetap berharap anak ketiga saya adalah laki-laki. ternyata tuhan kembali menganugerahi anak perempuan. putri ketiga ini saya beri nama rayya anindya salmafira.
kami mencoba alat kontrasepsi spiral. lagi-lagi didorong rasa cukup memiliki tiga putri. apalagi yang dapat saya katakan selain ternyata sekali lagi tuhan menunjukkan kebesaran-nya. saya kembali dianugerahi anak perempuan lagi, tasmira argya salwanida.
ketika istri mengandung anak keempat ini, sudah hilang ego dan keinginan saya memiliki anak laki-laki. berganti dengan kepasrahan yang mungkin sebagai bentuk pembenaran pada eufemisme bahwa anak laki-laki atau perempuan sama saja. meskipun sampai saat ini saya belum mempunyai anak laki-laki, saya tetap menganggap bahwa “rasa” memiliki anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki. kalau pun toh tidak lagi muncul keinginan memiliki anak laki-laki, itu mungkin didorong oleh proses pendewasaan diri dan kepasrahan sebagai manusia.
dan sampai titik ini, bukan bermaksud menutupi “ketidakmampuan” saya untuk memiliki anak laki-laki, saya berkeyakinan bahwa pola dan jenis makanan atau perilaku hubungan suami istri tidak berkontribusi nyata terhadap jenis kelamin anak. melainkan itu atas kuasa dan kehendak tuhan.
saya berkeyakinan, jenis kelamin bukan sekedar materi yang memiliki unsur fisikawi maupun kimiawi sehingga dapat dipengaruhi oleh jenis makanan yang kita santap atau perilaku hubungan suami istri. jenis kelamin merupakan bagian dari ruh yang “ditiupkan” tuhan kepada janin pada waktu yang ditetapkan.
tentu saja kita harus berharap dan selalu bermimpi. dikuatkan dengan upaya dan ikhtiar dengan apa yang kita inginkan. jika menginginkan anak laki-laki atau anak perempuan tak ada salahnya mencoba berbagai kiat dan tips yang disarankan orang lain. sekali, dua kali belum berhasil, cobalah lagi. toh banyak anak banyak rezeki. jika setelah berusaha membuahkan hasil, semoga tidak menganggap itu semata-mata kiat dan tips tersebut. namun juga karena campur tangan dan kuasa dari sang pencipta. dan merasa cukup dengan apa yang telah dianugerah tuhan, itu lebih utama. wallohu’alam.












January 25th, 2010 at 11:54 am
Apa yg dititipkan Tuhan untuk kita mau laki atau perempuan SAMA pertanggungjawabannya,dan ini merupakan tahap yang paling sulit. So, bersyukur aja dan menjaga yg sudah dititipkan untuk kita..
btw, anak keenam ibu dan bapakku laki-laki setelah 5 kakaknya perempuan. berarti eyang harus punya anak cewe lima dulu baru yg keenam laki2, hehehehe.. becanda eyang..
[Reply]
January 25th, 2010 at 11:58 am
@andivan: empat anak cukup!!!
[Reply]
January 25th, 2010 at 12:48 pm
Anak laki-laki dan perempuan itu pastinya tidak sama mas, bagaimana mungkin sama????
Memiliki anak laki dan perempuan adalah harapan semua orang, karena ingin memiliki keturunan yang membawa nama besar keluarga. tidak pakai tetapi kalau saya
Dan dalam keberbedaan itulah dibutuhkan kesamaan perlakuan ditengah-tengah keluarga, Tidak ada anak yang memberi perbedaan karena dia anak laki yang saya harapkan.
Kalaupun Dalam keluarga dianugrahi anak perempuan semua, bukan berarti keluarga itu tidak sempurna. Itu adalah keluarga yang sempurna, dan tidak perlu sebuah keluarga merasa kecil hati, karena masih banyak orang yang ingin memiliki anak tetapi tidak bisa. Bukankah itu sebuah anugerah.
Pada kondisi ini Yang Kuasa merasa bahwa keluarga itu akan menjadi lebih baik dengan memiliki anak perempuan semua atau anak laki semua. Ada satu rencana yang telah dibuat dalam keluarga itu, dan itulah rencana terbaik yang diberikan.
Jadi intinya anak laki-laki dan perempuan itu tidak sama saja. Yang sama adalah bagaimana keluarga bersikap adil terhadap anak-anak dan anak-anak tumbuh menjadi orang dewasa dan berpikir positif.
Salam mas/eyang Anjari
[Reply]
January 25th, 2010 at 1:01 pm
kalau antara siang dan malam dalam proses pembenihannya ngaruh gak ? he..he.he..
[Reply]
January 25th, 2010 at 1:01 pm
@jumialely:
wuihhhh.. makasih komentarnya yang mantab ini…
saya juga bilang tidak sama.
[Reply]
January 25th, 2010 at 1:16 pm
@r2g: klo pembenihannya siang dan malam ntar anaknya jadi blonteng-blonteng. hahaha
[Reply]
January 25th, 2010 at 1:26 pm
semoga menang eyaaaaang
[Reply]
January 25th, 2010 at 1:36 pm
jadi kangen baca cerita tentang keempat bidadari kecilmu Mas, dah lama juga ya?
[Reply]
January 25th, 2010 at 2:34 pm
nanti juga klo putri2 nya dah dewasa khan kakak juga nanti dapet menantu laki-laki
[Reply]
January 25th, 2010 at 2:34 pm
@jelita: amiiiinnnn.. meskipun itu kemungkinannya kecil..
siapakah jelita?
@fans: iya yah.. sudah lama saya tak menceritakan tingkah laku bidadari2ku itu hehhehe… tks telah mengingatkan..
[Reply]
January 25th, 2010 at 2:35 pm
@uni: iyah betul. tapi rasanya kan beda? menantu dengan anak.. hehehe.. aku sudah merasa cukup dengan apa yg dianugerahkan-nya saat ini… tks ya syifa!
[Reply]
January 25th, 2010 at 2:44 pm
wah, senang sekali membaca posting ini, yang memberi sudut pandang yang berbeda, dipadukan dengan pengalaman pribadi….
makasi partisipasinya eyang….
(dan aku serta dee makin bingung nih…. hahahaha
)
[Reply]
January 25th, 2010 at 3:05 pm
@kuti: bingungnya kenapa???? tumben bingungnya berdua. hahaha
[Reply]
January 25th, 2010 at 4:40 pm
jadi, apa kabar putriputrinya mas ari?
[Reply]
January 25th, 2010 at 4:52 pm
mas arie punya bidadari2 yg lucu
perempuan dan laki2 memang beda tapi sama2 manusia *dohh komen klasik*
[Reply]
January 25th, 2010 at 5:36 pm
anak perempuan dan laki memang beda tapi itu semua adalah amanah yang kita harus jalani
[Reply]
January 25th, 2010 at 6:04 pm
bingung yg mana yg mesti dipilih jadi pemenang, eyang… semua postingan yg didaftarkan untuk kontes bagus dengan kualitas kelas satu…
eits… “tumben bingungnya berdua”? emang kapan kita pernah bingung sendiri-sendiri? ha ha ha… jangan bikin gossip, eyang…
d.~
[Reply]
January 25th, 2010 at 6:10 pm
waaah ada sedikit cerita yg belum seumurku nih,..
keinginan yg wajar,.. mas,
[Reply]
January 26th, 2010 at 5:41 am
@hes+ani: alhamdulillah.. Amiinn. Kapan2 kita pertemukan putra pitri kita ya?
@dee: hehhee.. Klo itu sih gampaaangggg.. Ah. Tapi aku yakin sampeyan berdua terlalu cerdas utk bingung.. Hehe iyah kutahu kalian gak bingung sendiri ntar malah bikin bingung haha
@agus: inggih kang matur nuwun kunjungannya
@huda: haiyahhhh.. Gak percaya aku klo km “belum umur” baca postinganku ini hehe
[Reply]
January 26th, 2010 at 9:09 am
Tapi kadang banyak kisah karakter dan sifat Wanita ada pada Seorang Pria dan sebaliknya, karakter yg oleh banyak orang harusnya dimiliki oleh seorang Pria justru malah sebaliknya
ckckck ….
*Kayaknya mungkin saat ini ada yg mengalamai keinginan sebaliknya seperti yg Eyang rasakan, mungkin saat ini ada orang yg sudah 4 kali melahirkan anak laki2 dan sangat mengharapkan bisa memiliki anak perempuan ….
tapi itulah kita, kadang asa kita tidak seperti kehendak Tuhan ….
*Tapi saya yakin dengan Sikap Bijak yg Eyang lakukan sprti ini, Kuasa Tuhan semoga saja bisa sesuai Asa Eyang. AMin …
Salam untuk semua laskar cantiknya yach
[Reply]
January 26th, 2010 at 10:09 am
R2G :tiba-tiba merasa geli antara membuat siang dan malam, wwakakkakak,, terang dan gelap, hitam dan putih.. tar belang-belang donk anaknya.
yang penting dicetak dengan hati iklhas, ketulusan hati dan doa ya mas/eyang anjari.. hahahaaa
Pintarnya aku.. padahal belum :D, cari calon bapaknya dulu
[Reply]
January 26th, 2010 at 12:23 pm
Welweh-welweh, tipsnya udah pernah jadi kenangan aku mas, alhamdulillah Alloh mempercayakan kepadaku dengan 4 anyak juga (LPLL) nyang selisihnya paling pol 1 1/2 th
, maunya nambah malah my istri nggak mau. Duh. Di nikmati aja dan yang lebih penting adalah bagaimana menjaga amanah Alloh itu sampek kelak berumah tangganya mas. Semua pemberian Alloh adalah baik kok.
[Reply]
January 26th, 2010 at 1:28 pm
laki perempuan sama saja
banyak anak banyak rejeki.. lagu lama?
yg penting, kita mensyukuri atas titipan Nya pada kita karna kita dipercaya (mandul)
anak kelima Eyang, sepertinya laki2 heheey..?
kontes terusss.. Eyang..
[Reply]
January 26th, 2010 at 8:43 pm
alhamdulillah…daripada tidak dikaruniai putra/putri sama sekali, ya
[Reply]
January 26th, 2010 at 9:10 pm
Wah…bijak sekali ya mas….
Memang anak mah karunia dari Allah….hanya patut disyukuri dan tidak perlu dipertanyakan…pasti yang terbaik kok….
salam kenal ya…
[Reply]
January 27th, 2010 at 1:32 pm
No coment ah. Soalnya saya masih menyimpan ego pengen punya anak perempuan
[Reply]
January 27th, 2010 at 5:56 pm
@aribicara: terima kasih seno atas nasehatnya. betul itu. maka cepetan kawin.. jangan cari dollar terusss..
@jumi: hehehhe… kadang emang yg blum mengalami lebih pintar. jadi kapan sebar undangannya?
@guru: hahahah.. masak gak mau sih pak?? cari lagi aja deh…
@mata:hehehe.. benar nih?? yakin??? mulai lagi nih.. hahaa
@pradna: yup nuwun bos..
@erry: amiinn.. berusaha saja kok mbak… makasih ya kunjungannya.
@penyyuuu: wahhh.. berminta belajar ke aku?? hahahha
[Reply]
January 27th, 2010 at 6:01 pm
hanya menyerap pelajaran aja ah. gak komen…
oia, shubuh tadi akhirnya aku berhasil merekam langsung adzan di masjid Kudus. mantap!
[Reply]
January 27th, 2010 at 6:06 pm
@mt: mantabbb kang guru. aku gak sempat sama sekali kemarin. aku hanya ketemu mbahku aja tak lebih setengah jam…. hehe
[Reply]
January 27th, 2010 at 7:10 pm
wah saya masih bujang pak, numpang promosi acara ajah, hehehe
[Reply]
January 27th, 2010 at 9:49 pm
Wah ternyata benih milik eyang cukup sakti juga. Terbukti anak yg ketiga, walau sudah dihadang oleh suntikan, masih juga dapat menembus ‘barikade’. Tampaknya yg ke empat juga sama tuh, mampu menerobos blokade satpam spiral ..
, karena kebetulan anak sy dua berjenis sama, lk. Pengen nambah lagi tapi terjadi tarik ulur dalam negeri tentang kewajiban (bukan hak) yg mengurusnya jika ternyata lahir jenis kelamin tertentu.
Eyang benar, laki dan perempuan memang tak sama. Mungkin yg menjadi ganjalan kenapa biasanya para bapak menginginkan anak laki2, karena budaya patrialkal yg bersemayam dalam bawah sadar kita, bahwa penerus keturunan adalah anak laki2. Pada hal secara genetika masing2 ayah dan ibu menyumbangkan separuh dari jumlah kromosom yg dimiliki oleh anak. Sehingga dari sudut pandang ini, anak pr atau lk adalah “sama saja” bisa menjadi duta ortunya sebagai penerus garis keturunan.
Jadi harap dicatat sy tidak termasuk yg ber-eufimisme ..
Salam.
[Reply]
January 28th, 2010 at 10:09 am
@arif : oke kang silahkan..
@lamunadi: sipp aku catat mas… perbedaan pandangan itu biasa… tapi ini akan jd diskusi yg menarik
[Reply]
January 28th, 2010 at 4:23 pm
wah…kalo sy lebih seneng dengan anak Perempuan mas…
kenapa ? Karena gak pernah ngeluarkan uang, malah dapat Pemasukan. Darimana ? Dari hasil “pinangan” calon suaminya ! hehehe…
Salam Blog dengan Senyum mas!
[Reply]
February 1st, 2010 at 12:04 am
[...] Laki- laki dan Perempuan Memang Beda, dipublikasikan di [...]
February 1st, 2010 at 10:37 am
[...] Laki- laki dan Perempuan Memang Beda, dipublikasikan di [...]
February 2nd, 2010 at 1:06 am
[...] Laki- laki dan Perempuan Memang Beda, dipublikasikan di [...]
February 3rd, 2010 at 6:13 am
[...] posting yang diikutkan dalam kontes, “eyang” anjari membuat tulisan yang bagus sekali soal anak. Anjari juga mengungkap fakta (yang untuk sebagian [...]
February 7th, 2010 at 2:22 am
Selamat.
Anda layak dapat bintang.
[Reply]
October 4th, 2011 at 2:40 am
It takes a lot of exertion and time to accomplish the thesis pdf just about this good topic, therefore, we choose to notice the dissertation writing service to receive the PhD degree.
[Reply]
October 8th, 2011 at 9:52 am
Did not hear about SEO? You should use link building packages if want your site to become better.
[Reply]
December 16th, 2011 at 5:49 am
Lots of people like to buy essays using the custom writing service about this good topic.
[Reply]
December 25th, 2011 at 9:59 am
kpingin ikuta jga neh
[Reply]
January 25th, 2012 at 8:04 pm
Some time ago, I did need to buy a car for my firm but I didn’t earn enough money and couldn’t purchase something. Thank heaven my fellow proposed to get the business loans from reliable creditors. So, I did that and used to be happy with my auto loan.
[Reply]
March 30th, 2012 at 5:04 am
Lots of various people become irritated because of course work writing. However, bright college students order coursework online and have benefits only.
[Reply]