Ketika Orang Miskin Berobat

4 Jan 2012

Datanglah seorang ibu kepada saya. Mengaku orang miskin, anaknya kecelakaan dan sudah dirawat di RSCM selama 20 hari. Demikian pengakuannya sambil menyerahkan berkas-berkas dalam kantung plastik. Sebagai pemegang Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), dia mengaku tak mampu membayar biaya pengobatan di rumah sakit. Jangan untuk biaya berobat untuk makan saja susah, demikian imbuhnya.

Suasana poliklinik RSUD Budi Asih Jakarta

 

Tentu saja, saya turut prihatin mendengar keadaannya. Sudah sering saya menerima tamu dengan kondisi serupa. Malah rasanya sudah biasa mendengar keluhan pasien atau keluarganya dari masyarakat miskin tak mendapat pelayanan rumah sakit dengan baik. Di media cetak dan online malah hampir tiap hari berita seperti itu ada.

Sambil mendengarkan keluh kesah si Ibu, saya cermati beberapa dokumen yang dibawahnya. Katanya besok anaknya sudah dapat pulang, namun tak bisa membayar biaya pengobatan sekitar Rp 10 juta. Dia sudah mengurus SKTM untuk mendapatkan keringanan biaya pengobatan dari Pemda Jakarta. Dari kompensasi sebesar Rp 1 juta, si Ibu hanya mampu membayar Rp 400 ribu. Sisanya dibantu pihak RSCM.

Setelah cukup mendengarkan apa yang dikeluhkesahkan, saya menyampaikan beberapa hal kepada si Ibu. Bahwa Kementerian Kesehatan memberikan anggaran Jamkesmas itu kepada rumah sakit di Indonesia guna melayani pengobatan pasien miskin. Jadi tidak memberikan langsung kepada orang per orang.

Sebagai warga DKI Jakarta, pemegang kartu SKTM mendapatkan jaminan sebagian biaya pengobatan. Namun juga bisa jadi seluruhnya biaya ditanggung oleh Pemda DKI Jakarta. Setahu saya nilai jaminan kesehatannya maksimal Rp 100 juta. Besarnya jaminan biaya pengobatan yang diperolah pasien tentu tergantung hasil verifikasi petugas terhadap kemampuan pasien/keluarga.

Untuk itu saya menyarankan kepada si Ibu untuk kembali menemui petugas SKTM dan menyampaikan kalau memang dia benar-benar tidak mampu. Akhirnya si Ibu itu setuju. Toh dia mengaku juga baru sekali menemuinya sehingga belum begitu faham tentang SKTM. Ibu ini juga mengaku belum mendapatkan tagihan pembayaran dari RSCM. Akhirnya setelah hampir 1 jam, si Ibu pamit.

Biaya pengobatan bagi orang miskin itu tidak gratis, tapi ditanggung negara dari pajak rakyat Indonesia. Banyak orang beranggapan sulitnya birokrasi untuk mendapatkan jaminan kesehatan masyarakat. Namun hanya sedikit yang sadar bahwa setiap uang yang keluar dari anggaran negara harus dipertanggungjawabkan. Jika kelengkapan persyaratan dan prosedur tak terpenuhi, maka petugasnya akan disalahkan dan bisa dianggap penyelewenangan.

 


TAGS


-

Author

Search

Recent Post