Apa Bagusnya Film The Raid?

28 Mar 2012

Apakah untuk menghasilkan produk yang bagus, Indonesia harus membutuhkan sentuhan orang asing? Itulah pertanyaan liar saya terhadap film The Raid. Ya, seperti tim nasional sepak bola kita. Ah, tidak juga! Otak waras saya buru-buru menepisnya. Toh, pelatih asing pengganti Riedl gagal menghasilkan prestasi Timnas Sepakbola Indonesia. Loh, malah ngomongin bola, kembali ke The Raid. Seperti banyak diperbincangkan, film The Raid mampu menembus pasaran internasional. Apalagi alasanya selain karena The Raid bagus?

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/uWlmhMSnVdM" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Jika ditanya, apa bagusnya filmThe Raid? Pertama, adegan action-nya. Kedua, fighting choreograpy-nya. Ketiga, ya berantemnya. Pokoknya yang keren tuh berantemnya. Menonton film The Raid mengingatkan saya menonton film-film kungfu yang dibintangi Jacky Chan atau Jet Lee. Penuh adegan perkelahian dengan teknik tinggi. Bedanya The Raid menonjol dengan gerakan silat. Tapi yang paling menggetarkan adalah adegannya berdarah yang terlihat begitu nyata. Kepala ditembak, dada ditusuk pisau, paha ditembus dan dirobek belati, kepala dibentur tembok atau badan jauh menimpa meja/lantai. Sungguh bikin bergidik. Pokoknya sesuai judul aslinya, serbuan maut. Jadi, bagi anda yang tidak tahan adegan berdarah, dipastikan akan sering memalingkan mata jika menontonnya.

Apalagi bagusnya the Raid? Filmnya ini memboyong banyak penghargaan festival film internasional sepertiToronto International Film Festival, Jameson Dublin International Film Festival dan Sundance Film Festival. Hebatnya lagi, pemutaran perdana film The Raid serentak di bioskop di Indonesia, Australia, Kanada dan Amerika. Konon inilah film Indonesia yang dibeli hak edar-nya dibanyak negara seperti Amerika, Inggris, Sponyol, Korea Selatan, China dan lain-lain. The Raid menjadi film Indonesia yang laris di pasaran Internasional. Atau jangan-jangan yang pertama?

Saya sih membayangkan, bagusnya film The Raid diikuti produser lain membuat film sejenis. Kan biasanya di Indonesia itu begitu, ada satu produk bagus, yang lain ramai-ramai meniru. Asal saja jangan membuat film laga ala sinetron yang tayang televisi. Sepertinya nggak bakal laku.

salah satu adegan film the raid

salah satu adegan film the raid

Kenapa ya The Raid bagus? Saya berasumsi, karena penonton dominan membandingkan dengan film lain produksi Indonesia. Biasa disuguhi film hantu-hantuan, berbau seks atau ala sinetron. Kemudian begitu ada film The Raid, seakan seragam bergumam,”ohh, ternyata Indonesia bisa lho bikin film laga berkualitas”. atau bilang ini, “Ini baru film Indonesia”. Tapi jangan-jangan karena biasa disuguhi film hantu pocong suster kuntilanak, lalu film The Raid terlihat bagus.

Ditengah banjirnya pujian, banyaknya penghargaan dan apresiasi, masih ada yang sinis The Raid bukan film asli buatan Indonesia. Karena Gareth Evans, sutradaranya orang asing. Ah, bagi saya ini tetap film Indonesia. Hampir seluruh kru dan pemainnya Indonesia. The Raid juga di buat di Indonesia. Produser dan ahli-ahlinya banyak orang Indonesia. Dan yang bikin bagus filmnya ini ya di actionnya, itu karya anak Indonesia.

Jadi, jangan nonton film The Raid, jika ingin ketinggalan film bagus Indonesia :P


TAGS the raid gareth evans iko uwais ray sahetapy yayan pencak silat silat serbuan maut film indonesia


-

Author

Search

Recent Post