Iklan Tong Fang dan Pengobatan Tradisional di Indonesia

16 Aug 2012

Sobat, pada menyadari nggak kalau iklan Tong Fang dan iklan TCM lain sudah tak nongol lagi di televisi? Syukurlah, kampanye #StopIklanTongFang membawa hasil menggembirakan.

Jam 11 (15/8) siang dari Kemenkes, Kominformasi, Dinkes Jakarta, BPOM, IDI, asosiasi apoteker, asosiasi pengobat tradisional rame-rame mendatangi KPI. Tujuannya mengucapkan terima kasih karena KPI telah melaksanakan pengaduan masyarakat terkait iklan Tong Fang dan sejenisnya di televisi.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/8ONhVuAiv40" width="425" height="350" wmode="transparent" /]

Mereka juga mendukung langkah KPI memberi sanksi televisi yang menayangkan iklan Tong Fang dan sejenisnya yang dinilai menyesatkan, merugikan dan membahayakan. Hadir dlm pertemuan di KPI itu, para jurnalis dari media cetak, elektronik dan online. Mungkin berita iklan Tong Fang dan sejenisnya menarik ya?

Ada informasirmasi yang mengejutkan dari wakil KPI bahwa iklan Tong Fang dan iklan TCM itu tidak lewat lembaga sensor film lho. Dengan kata lain, iklan Tong Fang melanggar UU penyiaran. Tapi tanpa STLS, mengapa bisa tayang ya?

Menurut KPI, sebenarnya sejak April sudah dikeluarkan himbauan kpada seluruh televisi agar mengedit iklan Tong Fang dan sejenisnya sesuai etika pariwara. Karena tak digubris, keluarlah teguran tertulis kpada teguran di Metro, Transtv, Globlal, Trans7, Tvone karena iklan Tong Fang, chang siang, taysan
. Teguran terakhir hari kemarin itu lho. Nah kalau tak digubris akan dihentikan sementara iklan Tong Fang dan sejenisnya oleh KPI.

Alhamdulillah, sepertinya teguran itu membuahkan hasil. iklan Tong Fang dan sejenisnya mulai berkurang.
 KPI bertindak pada iklan Tong Fang setelah dapat pengaduan dari kemkes, IDI, P3I, BP3I, KKI dan masyarakat umum lain karena melanggar etika, permenkes, UU Perlindungan Konsumen.
 Jika ditanya etika yang mana? Bahwa iklan kes tak boleh testimoni, bersifat niaga seperti diskon, janjikan kesembuhan dan lain-lain iklan Tong Fang

Oh ya, sblm jauh. Kita perlu tahu kenapa pengobatan tradisional termasuk tradisional china medicine (TCM)itu semakin marak. Sudah jadi trend global utk back to nature, diantaranya pengobatan kembali ke tradisional, herbal, dan lain-lain. Ini terjadi di byk negara

Banyak negara mengembangkan pengobatan tradisional disingkat #batra yaitu cina, thailand, US, india, jepang, indonesia terutama negara timur. Termasuk indonesia, pengobatan tradisional mendapat kesempatan perkembangannya. Seperti jamu, pijat dan lain-lain.

Sekarang di Indonesia tak asing lagi bahwa di RS atau puskesmas ada juga pengobatan tradisionalnya, mis jamu, akupuntur. Karena kebijakan nasional bahwa pngobatan tradisional merupakan komplementer yang melengkapi pengobatan klinis. Jadi, pengobatan tradisional termasuk TCM Tong Fang dan TCM lain tidak dilarang sepanjang memenuhi etika, moral, aman dan bermutu.

Calon “pasien” sebenarnya mudah mengecek aman tidaknya pengobatan tradisional, tanya aja izinnya. Bentuknya apa dan darimana. Di indonesia ada 2 jenis: surat terdaftar dan surat izin. Jadi tanya aja, punya STPT atau SIPT? Surat terdaftar atau surat izin. Kalau punya SIPT, surat izin pengobatan tradisional, insha alloh pengobatan tradisional secara ilmiah, klinis sudah teruji. Kalau punya STPT, surat terdaftar pengobatan tradisional, iru artinya pengobatan tradisionalnya blm teruji secara empiris klinis.

Apalagi kalau tidak punya STPT atau SIPT, jangan coba-coba deh. Sayangi dirimu. Belum tentu aman dan bermutu. menurut kadinkes jakarta, klinik Tong Fang itu perizinannya terpenuhi sudah punya STPT, tetapi beriklannya tidak benar. Dan harus diuji klinis.

Dalam kesehatan itu dikenal upaya paripurna: promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Pengobatan tradisional itu mayoritas preventif. Artinya pengobatan tradisional berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan dan pencegahan sakit.
 Dan pengobatan dan pemulihan di bidang kedokteran. Prinsip kedokteran tidak menjamin tetapi mengupayakan kesembuhan

Jadi bisa dilihat seperti jamu, sebaiknya orang minum jamu ketika sehat jadi terhindar sakit. Itu lebih efektif. Dibanding sudah sakit minum jamu. Hasil riset kesehatan dasar, 59 persen orang indonesia sudah pernah menggunakan jamu dan 96 persen mengatakan bermanfaat.

Jadi bagi anda yang menggunakan pengobatan tradisional seperti TCM silahkan saja. Tapi hati-hati tidak semua aman, tidak semua alami. Persepsi yang salah, ketika pengobatan tradisional itu antitesis dari kedokteran. Tidak selalu begitu. Jadi sandaran keberatan masyarakat terhadap iklan Tong Fang dan sejenisnya itu pada perlindungan masyarakatarakat terhadap informasi yang menyesatkan membahayakan.

Sayangnya, KPI mengakui kesulitan mengawasi iklan Tong Fang sejenisnya di radio dan televisi lokal. Jadi masyarakat harus cerdas. Apalg disinyalir, iklan Tong Fang dan iklan sejenis menjadi pendapatan utama televisi lokal dan radio. jadi siap-siap dibombardir iklan. Kita bisa cek di televisi lokal atau radio, iklan pengobatan tradisional sangat mendominasi. Lagi-lagi jangan mudah percaya dan hati-hati.

Oh ya, waktu di KPI tadi jg dibahas iklan atau talkshow pengobatan secara keagamaan, misalnya dengan air putih dan sebagainya. Itu akan diuji dan ditertibkan. Mari peduli sesama dengan tidak memparodikan iklan Tong Fang karena itu justru secara tidak sadar ikut promosi metode pengobatan yang blm teruji.

Sekarang yang bikin mumet, iklan Tong Fang dan sejenisnya di media cetak yang lebih gila, kemana harus mengadu? KPI tak berwenang. Dewan Pers, please!


TAGS iklan tong fang iklan tcm pengobatan tradisional batra stop iklan tong fang tay san chang ciang chong san kpi komisi penyiaran indonesia


-

Author

Search

Recent Post