Kopi Luwak Terkenal dari Liwa

31 Aug 2012

Siapa penikmat kopi? Pernah mencoba kopi luwak? Entah siapa pertama yang merasakan, konon kopi yg berasal dari feses luwak jauh lebih nikmat dan enak dibandingkan kopi biasa. Dan saat ini faktanya harga kopi luwak pun mahal.

Di pasaran, harga per kilo kopi luwak bisa mencapai $343 atau Rp 3,25 juta. Jauh lebih mahal dari kopi terkenal seperti Blue Mountain dari Jamaica seharga $108. Bahkan di pasaran Amerika Serikat dan Jepang bisa mencapai $800 per kilo. Atau per cangkir $50. Sementara jika di kawasan Sanur Bali, kita bisa nikmati secangkir kopi luwak seharga Rp 200 ribu.

Luwak atau Musang dan Feses yang bercampur biji kopi

Luwak atau Musang dan Feses yang bercampur biji kopi

Dalam perjalanan menuju makassar, saya membaca artikel menarik tentang kopi luwak di majalah LionMag, inflight magazine dari Lion Air. Artikel yang ditulis Teguh Sudarisman ini menceritakan para pengusaha kopi luwak di sebuah gang di Jalan Raden Intan Kota Liwa Lampung Barat.

Luwak atau musang - orang Liwa menyebutnya musong- adalah sejenis hewan sebesar kucing dewasa yang berbulu warna coklat, sedikit ada warna putih di bagian muka terutama pada kumisnya. Ada 5 jenis luwak yaitu Luwak Bulan, Luwak Pandan, Luwak Tanah, Luwak Pohon dan Luwak Macan. Namun hanya Luwak Bulan dan Luwak Pandan yang doyan atau mau makan biji kopi.

Dulu Luwak merupakan musuh petani kopi. Namun disadari nilai ekonomis dari biji kopi dari feses kopi sangat tinggi. Maka perburuan feses luwak pun gencar dilakukan. Tak hanya di perkebunan tapi juga di hutan. Namun para “pemburu feses luwak” untuk mendapatkan 50 kg per bulan saja, susah bukan main. Maka sejak tahun 2008, mulai luwak itu dipelihara atau diternak. Tujuannya, luwak dijadikan “mesin penghasil biji kopi”.

Luwak-luwak liar ditangkap dan dibuatkan kandang. Setiap kandang berukuran 1 meter persegi, dan didalamnya dibuat sekat. Dan tiap sekat itulah ditempati seekor luwak. Karena kalau tidak dipisah/sekat, maka luwak-luwak akan saling cakar dan berkelahi. Dibawah kandang terdapat celah yang diperuntukan untuk menampung feses luwak.

Tak hanya biji kopi dari feses luwak yang mahal. Luwak Bulan dan Luwak Pandan juga mahal harganya, antara Rp 1,5 - 2 juta rupiah per ekor. Luwak itu biasanya dibeli dari petani atau pemburu. Luwak yang bisa dipelihara untuk makan kopi atau jadi “mesin kopi” berusia 4 - 17 tahun.

Sebenarnya Luwak Pandan dan Luwak Bulan lebih suka kopi arabika karena lebih manis dan harum. Tetapi di Kota Liwa paling banyak tumbuh kopi robusta. Kopi robusta ini dibeli dari petani atau Perkebunan Nusantara segarga Rp 6 ribu - Rp 7 ribu per kilo. Luwak tidak mengonsumsi semua kopi. Luwak hanya makan kopi yang benar-benar masak berwarna merah dan segar. Luwak juga hanya mau kopi yang baru dipetik atau maksimal 2 hari setelah pemetikan.

Biasanya kopi diberikan kepada luwak pada saat sore hari. Dan pada pagi harinya, feses yg mengandung kopi sudah berada dibawah kandang. Dari buah kopi, luwak hanya makan daging buahnya, sementara bijinya setelah melalui proses pencernaan tetap akan keluar dalam keadaan utuh.

Menarknya, Luwak Pandan mampu mengonsumsi 1 kg buah kopi per malam. Sedangkan Luwak Bulan hanya 1/2 kg. Dari jumlah kopi yang dikonsumsi itu, feses yang dihasilkan sebanyak 200 - 300 gram. Perlu diketahui, luwak tidak hanya mengonsumsi buah kopi. Selain kopi, luwak-luwak yang dipelihara itu juga diberi makan pisang, ikan, daging ayam, susu dan multivitamin.

Feses yang keluar dari luwak, kecuali untuk kopi gelondongan, dicuci sehingga tersisa biji kopi yg utuh. Lalu dijemur dibawah sinar matahari selama beberapa hari sampai kering. Biji kopi dikupas hingga cangkang kerasnya lepas dan menghasilkan green bean. Biji inti ini dicuci bersih lalu disangrai. Sebagian kopi sangrai ini ada yang digiling untuk dijadikan kopi bubuk. Selanjutnya kopi bubuk dikemas dalam wadah alumunium foil kedam udara.

Kemasan kopi luwak dari Kota Liwa ini diantaranya dalam merk Raja Luwak, Ratu Luwak, Kopi Musong Liwa. Biasanya untuk pasaran Taiwan, China, Jepang dan Eropa. Di Jakarta Kopi LuwakB ubuk dari Kota Liwa ini harga pasaranya Rp 1,2 jt per kilogram. Kopi gelondongan Rp 250 ribu per kilogram, dan green bean Rp 400 ribu per kilogram.

Keistimewaan Kopi Luwak yaitu warna hitamnya lebih muda, lebih kental, dan berat “bodi” kopinya. Namun terasa lebih halus saat diteguk. Makanya orang barat menyebutnya lbh syrupy, alias seperti sirup. Aroma karamel dan coklat langsung terasa di langit-langit mulut dengan rasa pahit yang hampir tidak ada. Bagaimana, mau coba nikmatnya kopi luwak dari Liwa? Ngopi bareng yuks!


TAGS kopi luwak liwa kopi luwak liwa kopi lampung asal usul kopi luwak mahal kopi luwak harga kopi luwak


-

Author

Search

Recent Post