Bumi Hanya Satu, Ayo Kita Selamatkan!

24 Sep 2012

Saya dan beberapa kawan blogger hari ini (senin, 24/9) ngumpul bareng. Tidak seperti biasanya seperti kopdar blogger, kami datang diundang oleh UNDP dan IDBlognetwork. Diajak urun rembug masalah pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change). Untuk ukuran saya, ini topik diskusi yang berat dan serius.

suasana diskusi membahas global warming dan climate change di kantor UNDP

suasana diskusi membahas global warming dan climate change di kantor UNDP (foto: amril)

Entah dapat bisikan dari mana, UNDP dan IBN menunjuk saya sebagai moderator diskusi. Untuk urusan blog dan media sosial sih nggak masalah, sudah biasa. Apalagi terkait pekerjaan. Tetapi diskusi yang dilakukan dalam rangka Social Good Summit 2012 ini bukan perkara remeh.

UNDP menentukan tema, bagaimana peran blogger dan media sosial menghadapi tantangan dan permasalahan Indonesia terkait pemanasan global dan perubahan iklim. Diskusinya harus santai, natural, mengalir, meskipun tetap harus berbobot. Nggak boleh cengengesan, begitu pesan Mas Tomi UNDP. Melihat topiknya, syarat itu nggak mudah. Ditambah diskusi serius santai ini didokumentasikan untuk dikirim ke panitia Social Good Summit di US sana.

Bersyukur kawan diskusi adalah para blogger hebat. Selain itu ada juga jurnalis, akademia, LSM dan masyarakat umum. Ada banyak blogger yang diundang diantaranya Amril, Bradley, Eka, Fadli, Gener, Mira, Mubarika, Rara, Sheli, Wijaya. Mereka semua mengaku awam bicara pemanasan global dan perubahan iklim, demikian juga saya. Tapi menurut UNDP, diskusinya berjalan baik dan memuaskan. Wow!

Diskusi lebih dari 2 jam, waktu yang cukup untuk membahas banyak hal. UNDP dan IBN pasti punya berlembar notulensinya. Sebagai moderator, beberapa point dapat saya bagi kepada anda.

foto bersama di kantor UNDP

foto bersama di kantor UNDP (foto: amril)

Pertama, peserta diskusi tak menjadikan hal yang penting, apakah global warning dan climate change hanya sebatas isu yang dihembuskan negara maju terhadap negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Faktanya, kita merasakan bumi semakin panas. Cuaca dan iklim tak menentu. Bencana banjir sering terjadi. Permukaan air laut tak lagi surut. Petani gagal panen sudah biasa kita dengar beritanya.

Kedua, kita punya pilihan; cuek, apatis atau peduli. Masa bodoh apa yang terjadi dengan bumi ini, toh semua pasti binasa. Anggap saja ini hukum alam. Apatis, karena kita bukan siapa-siapa. Punya daya upaya terbatas, sehingga kalau pun toh berbuat hasilnya tak nyata dan cenderung sia-sia. Atau kita berada dalam barisan orang yang peduli dengan bumi tempat satu-satunya kita hidup di dunia ini.

Ketiga, lakukan perilaku green living sehari-hari. Dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan sekarang juga. Hemat energi, listrik, BBM dan air. Biasakan gunakan angkutan umum jika bepergian. Gunakan barang dari bahan-bahan yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang. Prinsipnya, reduce, reuse dan recycle.
Keempat, upaya menghadapi pemanasan global dikenal istilah mitigasi dan adaptasi. Secara lebih mudah dimengerti pencegahan atau mengurangi sebab pemanasan global. Dan juga penyesuaian dan tindakan yang dilakukan terhadap dampak pemanasan global.

Kelima, rethinking adalah upaya dasar yang harus dilakukan. Bagaimana kerangka pikir dan mindset kita terhadap global warming dan climate change. Ketika kita mempunyai kerangka pikir yang lurus, maka tindakan yang dilakukan pun pasti ramah lingkungan. Jika mindset tentang global warming sudah pas, maka kita bisa menularkan kesadaran bumi yang sehat kepada orang lain.

Keenam, blogger dan penggiat media sosial punya potensi besar menggerakan kesadaran masyarakat dan desakan kepada pemerintah terhadap ancaman pemanasan global dan perubahan iklim ini. Perlu kampanye penyadaran dan tindakan konkrit dari pemerintah dan masyarakat untuk menyelamatkan bumi.

Mungkin ada yang skeptis dengan diskusi yang kami lakukan hanyalah sekedar basa basi. Bisa jadi itu benar. Tapi sesungguhnya, diskusi ini membuka lebih lebar kesadaran blogger, penggiat media sosial, jurnalis, akademia yang hadir. Itu pengakuan mereka kepada saya pada akhir diskusi. Demikian juga, saya berharap anda yang membaca ini. Sama-sama kita sadari bahwa bumi kita hanya satu, ya tempat satu-satunya hidup kita di dunia ini. Selamatkan!


TAGS global warming climate change perubahan iklim pemanasan global undp sosial good summit


Comment
  • toko bagus 2 years ago

    menyelamatkan bumi adalah misi yang sangat mulai, siapa lagi kalau bukan kita yang ambil bagian. Semoga tulisan anda makin banyak yang membacanya.

  • Obat darah tinggi 4 years ago

    setuju banget saya engan postingan anda ini apalagi klo pertama baca judulnya aja udahh menarik saya untuk membaca isi postingan ini . :) siptt mari wujudkan bersama agar hidup lebih baik

  • agen ace maxs 4 years ago

    jangan sampai anak cucu kita tida dapat manikmati keindahan alam Indonesia ini

  • Amril Taufik Gobel 5 years ago

    Mas Anjar memang pemandu diskusi yg hebat dan menyenangkan. Saya sepakat dgn poin2-nya, mari kita jaga bumi kita yang hanya satu dengan baik dan optimis.

  • igasbujang 5 years ago

    hm… paling tidak kita turun berperan serta dalam menyelamatkan bumi, walau itu dalam sekala kecil. udah update nih eyank tapi ya gitu deh bawaan malam hari.hehe

  • hbstephanus 5 years ago

    Saya suka poin ketiga,
    lakukan mulai dari diri sendiri. Simpel tapi ternyata terkadang sulit kita lakukan.

-

Author

Search

Recent Post