• 26

    Jul

    orang gila yang konsisten

    gerimis di pagi buta belum juga reda. saya membuka pintu depan untuk bersiap megantar putri pertama saya ke sekolah. saya kaget. sesosok lelaki berpakaian kumal berbaring miring ke kiri di lantai teras. perlahan saya dekati, ternyata lelaki itu tidak tidur. matanya masih terbuka, namun tak mempedulikan saya yang mendekatinya. perlahan saya melepas kunci pagar rumah dan membukanya lebar-lebar. “alo pak, sudah pagi nih”, sapa saya sok akrab. sebenarnya ini cara saya mengusir rasa cemas. sosok laki-laki ini sepertinya orang yang tidak waras. orang sakit jiwa alias gila. pakaiannya kumal dan compang-camping. rambutnya awut-awutan. badanya memancarkan aroma bau badan seperti orang tidak mandi berhari-hari. usianya sekitar 30-an tahun. saya perhatikan, tatapan mata lelaki itu masih
    Read More
  • 8

    Jun

    mencukur rambut bayi

    saya pernah meminta tolong kepada tukang cukur rambut keliling menggunduli putri saya yang masih dibawah 2 tahun. dia menolak, tidak berani katanya. tidak tega. dan yang pasti sulit mencukurnya karena anaknya pasti nangis dan gerak terus kepalanya. saya mencoba juga pernah minta tolong tetangga yang lebih tua dan pengalaman mempunyai anak. sama juga, dia bilang tak mampu mencukur balita. tasmira, dari berambut hingga plontos saya memahami alasan yang disampaikan oleh tukang cukur dan tetangga itu. karena saya sudah berkali-kali melakukan cukur rambut terhadap keempat putri saya. bahkan ketika usianya belum genap 1 bulan. rata-rata putri saya dibawah usia lima tahun dicukur rambutnya sebanyak 3 kali. saya tentu tidak dapat melakukan sendiri, tapi dibantu oleh istri. seperti yang dikataka
    Read More
  • 15

    Jan

    cakrawala kebijaksanaan

    saya hanya dapat menulis dalam tenang. keadaan yang relatif sunyi dan tenang. sehingga dalam suasana yang tidak teratur, saya sulit mengungkapkan pikiran secara tekstual. dalam suara yang menganggu pendengaran, saya sulit menulis. apalagi ditengah kebisingan dan bersahut-sahutan paling kencang bersuara, lebih baik saya jeda menulis. mungkin itulah yang menyebabkan saya tidak produktif dalam menuliskan artikel dalam blog pribadi ini. saudara saya pernah berkata, “tidak hanya dalam berucap dan bertindak, menulis pun memerlukan kebijaksanaan. karena hakekatnya ketika kita menulis, tangan mewujudkan ucapan dan tindakan kita dalam bentuk kata” ah! saudara saya ini memang selalu bijak. saya banyak berguru kepadanya. meskipun bersaudara, rupanya perbedaan itu begitu nyata. ibarat ma
    Read More
  • 23

    Dec

    masa tua bahagia

    tidak semua orang dapat melewati masa tua dengan bahagia. tak banyak orang menikmati masa pensiun dengan nyaman. di usia purnabakti, menjalani hidup bersama istri yang setia, anak dan cucu yang menyejukan pandangan. mempunyai waktu membaca surat kabar di pagi hari sambil menikmati hangat mentari. masih berkesempatan berlibur menjelajah setiap tempat wisata sekedar menyegarkan ingatan. menjalani masa senja dengan senyum yang tak lekang oleh usia. sebaliknya banyak orang di masa tuanya masih harus banting tulang mencari nafkah bagi keluarga. hidup dalam kesengsaraan dan beban yang tak berkesudahan hingga ajal menjemput. itu semua bisa jadi karena faktor kebutuhan hidup. ironisnya, banyak orang yang semestinya dapat menikmati masa tua dan masa pensiun, justru mengalami penurunan derajat keba
    Read More
  • 2

    Dec

    rawe-rawe rantas, malang-malang putung

    setiap kali saya melihat orang yang mengucapkan kalimat ini, terasa bergelora didada. meskipun itu hanya dalam pertunjukan sandiwara tradisional jawa, ketoprak. tentu saja itu dulu sekali, ketika seni drama rakyat itu masih populer di kampung saya. rawe-rawe rantas malang-malang putung begitu familier dan saya menunggu adegan ketika “mantra” ini diucapkan. saat seorang ksatria apapun lakonnya mengucapkan “mantra” semangat ini, pertanda konflik peperangan sudah mencapai puncaknya. tak peduli siapa lawannya, raja yang dzalim, raksasa yang jahat atau orang sakti. adegan peperangan pun seru. tidak selalu sang ksatria memenangkan pertempuran, namun kebenaran tetap menemukan jalan kemenangannya. tidak hanya ketoprak, tetapi juga dalam pertunjukan wayang orang atau wayan
    Read More
- Next

Author

Search

Recent Post