Perempuan Membawa Cinta
Katahati April 25th, 2008
biarlah cinta dibawanya pergi biarlah cinta itu dibuang di dermaga yang lain yang tidak aku mengerti adalah kenapa perempuan itu datang dan pergi dengan membawa cinta
“Mas, aku ingin bicara”, Kinasih tiba-tiba menyela.
“Ya, udah bicara aja. Kenapa sih, mesti bicara seperti itu?,” tanyaku. “Tidak biasa-biasanya deh, kamu bicara seperti itu. Emang ada yang rahasia?”, tanyaku menyelidik. Kinasih mengangguk pelan. Aku perhatikan raut wajahnya yang kelihatan agak sayu dan sedikit pucat. Bukan karena tidak pakai make up, tetapi memang cewekku ini tidak pernah aneh-aneh pakai berbagai macem alat make up. Polos, itulah kesan pertamaku dulu.
“Kenapa dik?. Kok kamu kelihatan sedih gitu?”, tanyaku makin tidak mengerti.
“Makanya aku ingin bicara, Mas!. Tapi tidak disini, kita ke kantin aja,” jawabnya.
maharani,
pagi ini aku terbayang wajahmu
baru saja senyummu terasa indah
sehingga sayang rasanya jika bayanganmu kuhapuskan
semalam aku memimpikanmu
dan pagi inipun masih tergores jelas mimpiku itu
sehingga sayang rasanya aku bangun pagi ini
Read the rest of this entry »
mengapa engkau harus terus mencari
sesuatu yang telah engkau genggam di tanganmu
mengapa engkau masih merasa kehilangan
jika dia selalu dekat disampingmu
mengapa engkau merasa dahaga yang tak terkira
sementara di tanganmu tersedia segelas air
mengapa engkau masih merasa lapar
jika di didepanmu hidangan tersedia
Read the rest of this entry »
ketika pertama kali aku melihatmu
aku jatuh cinta
dan ketika pertama aku menyentuhmu
aku merasakan cinta itu
sekarang setelah waktu berputar
kamu masih menjadi orang tercintaku
dan sampai kapanpun kamu akan jadi kekasihku
kenapa masih terbersit rasa ragu di hatimu
jadilah nyawa bagi keluargamu,
sehingga dapat kau rasakan denyut kehidupanmu
jadilah udara bagi keluargamu,
sehingga dapat kau hembusan nafas hidupmu, Read the rest of this entry »
seandainya benar cinta itu
dapat dibuktikan dengan sekuntum bunga
maka akan kuberikan kepadamu segengam biji
kusemai dan kutanam dalam hati sanubarimu
kusirami tiap hari dengan curahan hati
kan ku pupuk dengan perhatian dan kepedulian
kusiangi dengan cemburu karena sayang
maka ketika biji itu tumbuh menjadi pohon
ia akan berbunga dengan kuncup dan mekarnya
menjadi bunga cantik nan semerbak harum mewangi
dan akan dapat kau petik tiap pagi
ketika engkau bangun pagi
dan akan dapat engkau pandangi indahnya
untuk menyejukkan hati dikala panas siang hari
dan pula dapat kau rasakan wangi dan lembutnya
ketika dingin malam menyelimuti jiwamu
diantara puing-puing rumahku
diantara kegelisahan dan kebingungan pengungsi
dan disela-sela getaran gempa yg masih terasa
aku bisa melihat dan merasa
siapa sahabatku sebenarnya.
ketika luka ini masih mengeluarkan darah
kami masih sempat menulis “kami butuh kasih bukan rasa kasihan”
ketika kami tidak tahu bagaimana memulai membangun kembali
kami masih sempat berucap “bantuan tidak selamanya datang”
dan ketika kami menjadi tontonan
kami singsingkan baju dan mulai bekerja
sekali lagi, kami jadi tahu siapa sahabatku sebenarnya
jogja, 30 Mei 2006