• 30

    Sep

    Berkelahi Boleh, Tawuran Jangan.

    Yang pertama dan terutama, saya turut berbela sungkawa dengan korban tawuran. Kita patut bersedih, bukan saja dengan jatuhnya korban. Tetapi juga perilaku berkelahi massal dan keroyokan yang masih menjangkiti generasi indonesia ini. Saya jadi ingin berkisah terkait tawuran ini. Dahulu kala, disaat masih sekolah SMP. Ya bertahun-tahun lalu. Teman sekelas saya, sebut saja namanya Slamet, “punya masalah” dengan murid dari SMP lain. Kala itu di kampung saya, “geng-gengan” sudah menjadi trend. Atas nama “kesetiakawanan”, kawan-kawan lelaki satu kelas “ngluruk” alias menyerbu SMP dimana “musuh” Slamet, kawan kelas saya tadi. Sekitar 20-an orang dengan gaya sok jagoan bareng-bareng naik sepeda menuju lapangan depan SMP musuh. Berhadapa
    Read More
  • 24

    Sep

    Bumi Hanya Satu, Ayo Kita Selamatkan!

    Saya dan beberapa kawan blogger hari ini (senin, 24/9) ngumpul bareng. Tidak seperti biasanya seperti kopdar blogger, kami datang diundang oleh UNDP dan IDBlognetwork. Diajak urun rembug masalah pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change). Untuk ukuran saya, ini topik diskusi yang berat dan serius. suasana diskusi membahas global warming dan climate change di kantor UNDP (foto: amril) Entah dapat bisikan dari mana, UNDP dan IBN menunjuk saya sebagai moderator diskusi. Untuk urusan blog dan media sosial sih nggak masalah, sudah biasa. Apalagi terkait pekerjaan. Tetapi diskusi yang dilakukan dalam rangka Social Good Summit 2012 ini bukan perkara remeh. UNDP menentukan tema, bagaimana peran blogger dan media sosial menghadapi tantangan dan permasalahan Indonesia
    Read More
  • 9

    Aug

    Stop Iklan Tong Fang

    Maraknya plesetan iklan Tong Fang di media sosial, selain untuk kelucuan juga bukti sinisme masyarakat. [kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/aAvEivZgHcU" width="425" height="350" wmode="transparent" /] Ada cerita, seorang wanita menderita sakit di kedua kaki dan terasa membengkak. Dia mengira itu rematik. Bukannya ke dokter, ia pergi ke Klinik Tong Fang karena tertarik pd iklannya di teve. Ia mdapat obat ramuan utk 5 hari. Karena obat ramuan utk lima hari dan dipesan untuk datang lagi kalau belum sembuh, ia harus membayar 25 juta rupiah. Setelah lima hari, penyakitnya belum mereda tetapi untuk kembali dan membayar 25 juta lagi ia keberatan. Nggak percaya? Baca ‪detikcom hari ini, ada seorang ngaku Dedi hrs bayar paket 29 jg utk pengobatan neneknya di tong fang. Kemudian
    Read More
-

Author

Search

Recent Post