<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>Anjari Umarjianto</title>
	<link>http://anjari.blogdetik.com</link>
	<description>[anjarium@yahoo] [ym: anjarium]</description>
	<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 09:42:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>DPR Setujui Pembahasan RUU Rumah Sakit</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/07/02/dpr-setujui-pembahasan-ruu-rumah-sakit/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/07/02/dpr-setujui-pembahasan-ruu-rumah-sakit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 08:57:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[RUU RS]]></category>

		<category><![CDATA[Undang-Undang tentang Rumah Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/07/02/dpr-setujui-pembahasan-ruu-rumah-sakit/</guid>
		<description><![CDATA[  DPR menyetujui pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Rumah Sakit yang merupakan inisiatif Pemerintah. Menteri Kesehatan sebagai wakil Pemerintah menyampaikan penjelasan Pemerintah kepada DPR, Rabu 2 Juli 2008. Dalam pendapat yang disampaikan masing-masing juru bicaranya, seluruh fraksi di DPR menyetui pembahasan RUU Rumah Sakit sesuai mekanisme pembahasan untuk menjadi Undang-Undang.
DPR mengharapkan dengan UU Rumah Sakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&amp;gt;     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4   &amp;lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&amp;gt;     &amp;lt;![endif]-->  <!--[if gte mso 10]&amp;gt;   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}  &amp;lt;![endif]--><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/07/knowwhatdoctorssay.jpg" title="knowwhatdoctorssay.jpg"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/07/knowwhatdoctorssay.jpg" alt="knowwhatdoctorssay.jpg" align="right" height="185" width="250" /></a>DPR menyetujui pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Rumah Sakit yang merupakan inisiatif Pemerintah. Menteri Kesehatan sebagai wakil Pemerintah menyampaikan penjelasan Pemerintah kepada DPR, Rabu 2 Juli 2008. Dalam pendapat yang disampaikan masing-masing juru bicaranya, seluruh fraksi di DPR menyetui pembahasan RUU Rumah Sakit sesuai mekanisme pembahasan untuk menjadi Undang-Undang.</p>
<p>DPR mengharapkan dengan UU Rumah Sakit ini tidak ada lagi penolakan pasien tidak mampu, adanya perlindungan hukum bagi pasien dan rumah sakit. Disamping itu, rumah sakit meningkatkan pelayanan dengan tidak boleh mengesampingkan fungsi sosialnya.</p>
<p> <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/07/02/dpr-setujui-pembahasan-ruu-rumah-sakit/#more-143" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/07/02/dpr-setujui-pembahasan-ruu-rumah-sakit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keluarga Pasti Punya Masalah</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/keluarga-pasti-punya-masalah/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/keluarga-pasti-punya-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 02:58:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[masalah keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[pertengkaran suami istri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/keluarga-pasti-punya-masalah/</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari yang sama dan jam yang hampir bersamaan, tetangga di depan dan belakang rumahku, masing-masing bertengkar antar suami istri. Bukan berniat untuk membicarakan keburukan rumah tangga orang, sekedar mencari hikmah dari peristiwa itu. Pertengkaran itu itu begitu seru dengan saling menjelekan dan membongkar aib keluarga. Suara yang begitu keras di tengah-tengah perkampungan yang padat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/06/family-problem.jpg" title="perselisihan suami istri"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/06/family-problem.jpg" alt="perselisihan suami istri" align="right" /></a>Pada hari yang sama dan jam yang hampir bersamaan, tetangga di depan dan belakang rumahku, masing-masing bertengkar antar suami istri. Bukan berniat untuk membicarakan keburukan rumah tangga orang, sekedar mencari hikmah dari peristiwa itu. Pertengkaran itu itu begitu seru dengan saling menjelekan dan membongkar aib keluarga. Suara yang begitu keras di tengah-tengah perkampungan yang padat penghuni, tentu saja tidak akan terlepas dari perhatian dan memancing kerumunan orang. Aku, istri dan anak-anakku tetap berada di dalam rumah. Saya mengkondisikan seakan tidak terjadi apa-apa diluar. Malah istriku minta agar mengeraskan suara lagu anak-anak yang memang sedang putar oleh putri-putriku. &#8220;agar anak-anak tidak mendengarkan pertengkaran itu&#8221;, kata istriku.</p>
<p>Bukan pertama ini kedua keluarga tetangga dekatku itu bertengkar. Dalam hati aku berfikir, apakah  mereka mengira hanya keluarganya yang mempunyai masalah? Kami juga mempunyai masalah. Rasanya keindahan rumah tangga ini menjadi berkurang tanpa adanya kerikil-kerikil masalah. Aku malah bergurau dengan istriku. &#8220;Tuh nda, kalau kamu marah, seperti itu. Malu kan?, kataku. Istriku memotong, &#8221; tapi kan tidak sekeras itu kalau aku marah. mereka pasti tidak dengar&#8221;, jawabnya. Kami pun hanya tertawa kecil. Sejenak terdiam, membayangkan betapa kadang-kadang ada perbedaan pendapat, perselisihan. Kami bersyukur tidak menimbulkan prahara rumah tangga.</p>
<p><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/06/family-problem.jpg" title="perselisihan suami istri"> <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/keluarga-pasti-punya-masalah/#more-140" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/keluarga-pasti-punya-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bingung, mau nulis apa?</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/bingung-mau-nulis-apa/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/bingung-mau-nulis-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 02:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[my blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/bingung-mau-nulis-apa/</guid>
		<description><![CDATA[Hai my blogku, apa kabarmu hari ini?. Lama sekali aku tak membuka jendera blogku ini. Banyak debu menempel di seluruh penjuru ruangan ini. Daun-daun kering memenuhi halaman, sesekali menari ditiup angin. Kamar-kamarku menjadi lembab karena kurang sinar matahari yang sehat ini menjamah dindingnya.
Ingin ku sambangi dikau tiap hari, my blog. Tapi aku bingung mau menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hai my blogku, apa kabarmu hari ini?. Lama sekali aku tak membuka jendera blogku ini. Banyak debu menempel di seluruh penjuru ruangan ini. Daun-daun kering memenuhi halaman, sesekali menari ditiup angin. Kamar-kamarku menjadi lembab karena kurang sinar matahari yang sehat ini menjamah dindingnya.</p>
<p>Ingin ku sambangi dikau tiap hari, my blog. Tapi aku bingung mau menulis apa?. Bukan karena tidak ada kata yang hendak kuukir menjadi kalimat panjang. Bukan karena aku tak merindukan pertemuan kita  yang begitu mesra. Tetapi. Aku sedang Malas. Ya, Malas. Dunia mengalami stagnasi. Buntu. Tanpa Gairah.</p>
<p>My blog, help me!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/30/bingung-mau-nulis-apa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>FPI, Ahmadiyah &#38; Tirani Televisi</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/09/fpi-ahmadiyah-tirani-televisi/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/09/fpi-ahmadiyah-tirani-televisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 04:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[bubarkan ahmadiyah]]></category>

		<category><![CDATA[pembubaran FPI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/06/09/fpi-ahmadiyah-tirani-televisi/</guid>
		<description><![CDATA[Membosankan dan memuakan!. Video kekerasan yang dilakukan oknum-oknum FPI terhadap massa yang menamakan dirinya Alinasi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) diputar berulang-ulang dan terus menerus tanpa mengenal waktu. Penonton dijejali dan dipaksa untuk menelan berita yang sama di semua stasiun televisi. Sungguh memuakan.  Sangat kentara sekali, berita itu memuat tendensi untuk memojokan FPI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membosankan dan memuakan!. Video kekerasan yang dilakukan oknum-oknum FPI terhadap massa yang menamakan dirinya Alinasi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) diputar berulang-ulang dan terus menerus tanpa mengenal waktu. Penonton dijejali dan dipaksa untuk menelan berita yang sama di semua stasiun televisi. Sungguh memuakan.  Sangat kentara sekali, berita itu memuat tendensi untuk memojokan FPI sebagai pihak yang melakukan kejahatan dan kriminalitas.</p>
<p>Berita yang ditampilkan relatif tidak seimbang, walaupun televisi mencoba seakan-akan menampilkan prinsip jurnalisme cover both side. Tetapi televisi cenderung memberitakan satu fragmen saja yaitu kekerasan di Monas dengan disertai komentar-komentar yang sok pahlawan dengan membenci kekerasan.  Seharusnya, televisi mampu menyajikan deep news dan investigative news. Gali sedalam-dalamnya, cari informasi sebanyak-banyaknya, rentetan peristiwa dan latar belakang kejadiannya.</p>
<p>Manusia mempunyai akal fikiran. Persoalan FPI, AKKBB dan Ahmadiyah bukan semata-mata kekerasan di Monas. Karena akal itulah, yang membedakan manusia dengan makhluk lain. Fitnah yang diputar berulang-ulang dan terus menerus, akan menjadi &#8220;kebenaran&#8221; yang diyakini oleh orang banyak. Huh..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/06/09/fpi-ahmadiyah-tirani-televisi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Rumah Sakit Promosi?</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/29/bolehkah-rumah-sakit-promosi/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/29/bolehkah-rumah-sakit-promosi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 06:06:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[pemasaran rumah sakit]]></category>

		<category><![CDATA[promosi rumah sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/29/bolehkah-rumah-sakit-promosi/</guid>
		<description><![CDATA[Promosi RS saat ini masih dirasakan “tabu” karena kata promosi tersebut dikonotasikan dengan arti membujuk serta mengarahkan seseorang agar mengunjungi RS tertentu. Sebagaimana yang telah kita ketahui, promosi padahal merupakan salah satu media yang sangat baik bila promosi tersebut sesuai dengan kondisi sesungguhnya RS tersebut, jujur, informatif, mendidik, dan dapat membuat seseorang lebih jelas dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Promosi RS saat ini masih dirasakan “tabu” karena kata promosi tersebut dikonotasikan dengan arti membujuk serta mengarahkan seseorang agar mengunjungi RS tertentu. Sebagaimana yang telah kita ketahui, promosi padahal merupakan salah satu media yang sangat baik bila promosi tersebut sesuai dengan kondisi sesungguhnya RS tersebut, jujur, informatif, mendidik, dan dapat membuat seseorang lebih jelas dan memahami tentang pelayanan kesehatan yang akan mereka dapatkan.</p>
<p>Di sisi lain, Indonesia sudah dijadikan ajang promosi bagi RS dari negara lain. Selain menerapkan kampanye periklanan di Indonesia, RS tersebut juga melakukan beragam cara berkomunikasi melalui kegiatan-kegiatan kehumasan <em>(public relations) </em>dan lini bawah <em>(below the line)</em> secara gencar dan berkelanjutan, untuk mendapatkan sebanyak mungkin konsumen di Indonesia.</p>
<p> <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/05/29/bolehkah-rumah-sakit-promosi/#more-137" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/29/bolehkah-rumah-sakit-promosi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Seperti Apakah Presiden Indonesia?</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/28/seperti-apakah-presiden-indonesia/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/28/seperti-apakah-presiden-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 04:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[pandawa]]></category>

		<category><![CDATA[presiden]]></category>

		<category><![CDATA[punokawan]]></category>

		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/28/seperti-apakah-presiden-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Budayawan menyampaikan bahwa degradasi moral dan kemunduran bangsa ini karena meniadakan dan mengkerdilkan kearifan lokal. Sebuah pandangan, idealisme dan norma yang demikian dianut dan dipatuhi turun temurun sehingga menjadi ideologi dalam berfikir, berucap dan berperilaku. Demikian juga  dengan Indonesia dan Presidennya. Sebuah kearifan lokal bagaimana memimpin negeri digambarkan ideal seperti kepemimpinan Pandawa dari Negeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/punokawan.jpg" title="punokawan.jpg"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/punokawan.jpg" alt="punokawan.jpg" align="right" /></a>Budayawan menyampaikan bahwa degradasi moral dan kemunduran bangsa ini karena meniadakan dan mengkerdilkan kearifan lokal. Sebuah pandangan, idealisme dan norma yang demikian dianut dan dipatuhi turun temurun sehingga menjadi ideologi dalam berfikir, berucap dan berperilaku. Demikian juga  dengan Indonesia dan Presidennya. Sebuah kearifan lokal bagaimana memimpin negeri digambarkan ideal seperti kepemimpinan Pandawa dari Negeri Amarta dalam dunia pewayangan. Itulah yang aku coba fahami terhadap apa yang disampaikan Cak Nun (Emha Ainun Najib) ada acara Kenduri Cinta, 16 Mei 2008 di Taman Ismail Marzuki Jakarta.</p>
<p>Idealnya, di awal kemerdekaan itu kita mempunyai presiden dengan karakteristik Yudistira (Puntadewa). Tetapi itu hanya sebuah ketidakmungkinan. Apa ada bangsa ini orang yang begitu memikirkan orang lain bahkan seekor anjing daripada memikirkan dirinya sendiri. Kalau perlu istrinya pun diserahkan jika ada yang meminta. wong edan! <img src='http://anjari.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Kenyataannya kita mempunyai presiden Bung Karno, yang berperangai mirip Bima (Werkudoro). Blak-blakan, lantang dan keras bicaranya, berani, dan tegas. Masih bagus lah. bagaimanapun, Bima, putra kedua Pandawa adalah insan pilihan.</p>
<p> <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/05/28/seperti-apakah-presiden-indonesia/#more-135" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/28/seperti-apakah-presiden-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Berjuang, Ibu Menkes!</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/selamat-berjuang-ibu-menkes/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/selamat-berjuang-ibu-menkes/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 03:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[flu burung]]></category>

		<category><![CDATA[Menkes]]></category>

		<category><![CDATA[siti fadilah supari]]></category>

		<category><![CDATA[WHO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/selamat-berjuang-ibu-menkes/</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu kemarin, aku menerima sms dari kawanku. Menurutku, isi smsnya luar biasa.
Mohon doa restu. Semoga Sukses. Mulai tgl 18 Mei 2008, di Geneva, Ibu Menkes berjuang kembali di WHO dlm rangka mengkongkritkan hasil perjuangan beliau sebelum ini, yang sukses meyakinkah mayoritas bangsa2 di dunia utk mluruskan mekanisme di WHO mjd transparan serta taat azas senantiasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu kemarin, aku menerima sms dari kawanku. Menurutku, isi smsnya luar biasa.</p>
<blockquote><p>Mohon doa restu. Semoga Sukses. Mulai tgl 18 Mei 2008, di Geneva, Ibu Menkes berjuang kembali di WHO dlm rangka mengkongkritkan hasil perjuangan beliau sebelum ini, yang sukses meyakinkah mayoritas bangsa2 di dunia utk mluruskan mekanisme di WHO mjd transparan serta taat azas senantiasa  didsari prinsip keadilan &amp; kesetaraan, mjd program AKSI. Amiin. NB : sms kan ke sdr kt sebangsa stanah air  yg jg merasa bkepentingan kpd keselamatan kebngsaan &amp; kemanusiaan.</p></blockquote>
<p><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/04/menkes.jpg" title="menkes.jpg"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/04/menkes.jpg" alt="menkes.jpg" align="right" height="139" width="181" /></a>Setelah membaca isi pesan singkat itu, batinku hanya bisa bergumam, &#8220;selamat berjuang, ibu menkes&#8217;!. Ya, hanya itu, Semoga perjuangan berhasil. Rasanya hanya kebanggaan itulah yang kita punya sebagai bangsa. Setelah Piala Thomas &amp; Uber tak sanggup kita peluk dalam dekapan kebanggaan bangsa ini.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/04/03/teladani-menkes-ri-dalam-diplomasi/" title="Teladani ibu Menkes">Ibu Menkes Siti Fadilah Supari sebagai ketua delegasi Indonesia di sidang WHO terdahulu, berhasil mendobrak tirani kapitalisme dunia dalam virus transfer khususnya dalam flu burung</a>. Sekali lagi, selamat berjuang, ibu menkes!. Pantang menyerah!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/selamat-berjuang-ibu-menkes/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lucu Sekaligus Memprihatinkan</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/lucu-sekaligus-memprihatinkan/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/lucu-sekaligus-memprihatinkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 May 2008 03:07:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[lagu anak-anak]]></category>

		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[salah didik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/lucu-sekaligus-memprihatinkan/</guid>
		<description><![CDATA[Indah dan bahagia hati ini. Betapa tidak, sebelum aku berangkat kekantor, terdengar putriku yang berumur 3 tahun menyanyikan lagu &#8220;Bintang Kecil&#8221;. Karena secara verbal bicaranya belum jelas, justru terkesan lucu menggemaskan. Apalagi kalau dilihat mukannya yang bulat, cubby dan tembem. Tetapi rasanya ada yang aneh?
&#8220;bintang kecil dilangit yang biru. amat banyak menghias angkasa. aku ingin&#8230;..&#8221;
Nah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/lala-icha.jpg" title="lala &amp; icha"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/lala-icha.jpg" alt="lala &amp; icha" align="right" /></a>Indah dan bahagia hati ini. Betapa tidak, sebelum aku berangkat kekantor, terdengar putriku yang berumur 3 tahun menyanyikan lagu &#8220;Bintang Kecil&#8221;. Karena secara verbal bicaranya belum jelas, justru terkesan lucu menggemaskan. Apalagi kalau dilihat mukannya yang bulat, cubby dan tembem. Tetapi rasanya ada yang aneh?</p>
<blockquote><p><em>&#8220;bintang kecil dilangit yang <font color="#ff0000">biru</font>. amat banyak menghias angkasa. aku ingin&#8230;..&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Nah, coba perhatikan. Bintang kok di langit yang biru?. Bukankah kalau malam langit menjadi gelap. Mestinya kan hitam?. Sayang aku juga tidak tahu syair aslinya. Mungkin lebih pas kalau diganti,&#8221; bintang kecil dilangit yang tinggi&#8230;..&#8221;</p>
<p>Karena penasaran , aku browsing untuk mencari literatur terhadap syair asli. Walah, ternyata malah menemukan kerancuan-kerancuan dalam lagu anak-anak kita. Yang mungkin secara tidak sadar secara turun temurun lagu itu kita nyanyikan sejak dulu.  Seperti lagu &#8220;Balonku&#8221; :</p>
<blockquote><p>&#8220;balonku ada lima. rupa-rupa warnanya. <font color="#ff0000">merah </font>kuning kelabu merah muda dan biru. meletus balon <font color="#00ff00">hijau.</font> deerrr..&#8221;</p></blockquote>
<p>Nah, kok muncul warna hijau?. jadi sebenarnya balonnya ada 5 atau 6 ? <img src='http://anjari.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> &#8212;&gt; sengaja diplesetkan kalau ini. karena yang benar syairnya, &#8221; hijau, kuning kelabu, merah muda dan biru&#8221;. jadi tidak ada yang salah kan?</p>
<p> <a href="http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/lucu-sekaligus-memprihatinkan/#more-132" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/22/lucu-sekaligus-memprihatinkan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Partai &#8220;Balonku Ada Lima&#8221;</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/15/partai-balonku-ada-lima/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/15/partai-balonku-ada-lima/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 05:21:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aspirasi]]></category>

		<category><![CDATA[balon]]></category>

		<category><![CDATA[partai politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/15/partai-balonku-ada-lima/</guid>
		<description><![CDATA[Adakah hubungan antara lagu &#8220;Balonku&#8221; dengan Partai Politik di Indonesia?. Jawabnya ada. Warna balon dalam lagu tersebut melambangkan partai-partai yang akan menduduki peringkat atas dalam perolehan suara dalam setiap pemilu di Indonesia. Disamping itu menunjukan solid tidaknya partai politik tersebut. Ngawur ya?. Gak juga!. Partai yang memperoleh suara terbanyak adalah partai Kuning, Merah, Hijau dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font color="#333333"><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/balon.jpg" title="balon.jpg"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/balon.jpg" alt="balon.jpg" align="left" height="300" width="234" /></a></font><font color="#333333">Adakah hubungan antara lagu &#8220;Balonku&#8221; dengan Partai Politik di Indonesia?. Jawabnya ada. Warna balon dalam lagu tersebut melambangkan partai-partai yang akan menduduki peringkat atas dalam perolehan suara dalam setiap pemilu di Indonesia. Disamping itu menunjukan solid tidaknya partai politik tersebut. Ngawur ya?. Gak juga!.</font><font color="#333333"> Partai yang memperoleh suara terbanyak adalah partai Kuning, Merah, Hijau dan Biru. Coba anda nyanyikan lagu &#8220;balonku&#8221;. Sama kan?. Lalu bagaimana dengan solid dan tidaknya organisasi partai?. Perhatikan!.  </font></p>
<p><font color="#333333">Perpecahan di tubuh PKB juga diakibatkan pecahnya balon &#8220;hijau&#8221; dalam lagu balonku tersebut. Kenapa harus balon hijau yang meletus ya?. Hal ini dikuatkan juga dengan fakta bahwa partai dengan warna hijau seperti PPP, PBR dan PBB yang mengalami perpecahan dan konflik internal. Diawal reformasi, PPP ini bermetamorfosis menjadi partai-partai lainnya seperti PKB, PBR, PBB, dan sebagainya.</font></p>
<p><font color="#333333">Dalam lagu tersebut disebutkan &#8220;merah muda&#8221; bukan &#8220;merah&#8221; yang solid. Ini mengakibatkan PDIP, adalah partai yang dirundung konflik dan perpecahan. PDIP demikian juga PNBK, PNI Marhaenis, PNI, Partai Pelopor merupakan partai-partai hasil perpecahan dari PDI. </font></p>
<p><font color="#333333">Partai Kuning &#8220;Golkar&#8221; relatif lebih dingin dalam mengatasi konflik. Sementara warna biru dan kelabu diwakili oleh PAN, PD dan PKS. Jadi kalau mau menang di pemilu, alangkah baiknya partai politik jangan memilih warna-warna diluar yang disebutkan lagu balonku. Tetapi juga jangan pilih warna hijau, karena &#8220;&#8230;&#8230;..meletus balon hijau, deeeeeerrrrrrrrr!&#8230;&#8230;. &#8220;. Jadi, lagu balonku merupakan mantra kutukan buat partai-partai tersebut. Huh, Ngawur!</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/15/partai-balonku-ada-lima/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia, Kasian Kau!</title>
		<link>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/14/indonesia-kasian-kau/</link>
		<comments>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/14/indonesia-kasian-kau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 08:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anjari Umarjianto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>

		<category><![CDATA[Pasien]]></category>

		<category><![CDATA[PET-CT]]></category>

		<category><![CDATA[teknologi kedokteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anjari.blogdetik.com/2008/05/14/indonesia-kasian-kau/</guid>
		<description><![CDATA[Malu dan Terhina. Itulah perasaanku sebagai warga Bangsa Indonesia. Rasa nasionalisme saya bergelora sekaligus prihatin yang teramat dalam. Presentasi dari nara sumber dari RS Cipto Mangunkusumo, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Kanker Dharmais dan BATAN tentang ketertinggalan Indonesia dibanding dengan negara-negara tetangga ASEAN dalam peralatan kedokteran. Indonesia tidak memiliki PET-CT dan Cyclotron sementara Vietnam sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><a href="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/pet-ct.jpg" title="pet-ct.jpg"><img src="http://anjari.blogdetik.com/files/2008/05/pet-ct.jpg" alt="pet-ct.jpg" align="left" height="192" width="198" /></a><strong>Malu dan Terhina. Itulah perasaanku sebagai warga Bangsa Indonesia.</strong> Rasa nasionalisme saya bergelora sekaligus prihatin yang teramat dalam. Presentasi dari nara sumber dari RS Cipto Mangunkusumo, RS Hasan Sadikin Bandung, RS Kanker Dharmais dan BATAN tentang ketertinggalan Indonesia dibanding dengan negara-negara tetangga ASEAN dalam peralatan kedokteran. Indonesia tidak memiliki <em>PET-CT dan Cyclotron</em> sementara Vietnam sudah memiliki 1 buah, apalagi dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Sebagai bahan perbandingan saja. <strong>Singapura dengan 4 juta penduduk memiliki PE-CT sejumlah 5 buah, Malaysia berpenduduk 21 juta memiliki 3 buah, sedangkan Indonesia berpenduduk 210 juta TIDAK MEMILIKI satupun</strong>. Kasian amat. Lebih mengaggetkan lagi, <strong>50% pasien yang menggunakan PET-CT di Singapura dan Malaysia adalah warga negara Indonesia</strong>. Waduh!</p>
<p>PET-CT adalah peralatan kedokteran mutahir yang berguna untuk scaning badan dan tulang pasien untuk mendeteksi penyakit-penyakit seperti kanker, jantung dan sebagainya. Hal ini tentu sangat dibutuhkan oleh Indonesia, karena banyak pasien-pasien kita yang akhirnya pergi ke Singapura, Malaysia dan India karena tidak tersedianya alat tersebut. Hal ini tentu mengakibatkan hilangnya devisa negara, karena setiap kali melakukan PET-CT di Singapura setiap pasien harus membayar 30 juta rupiah. Bisa dibayangkan kan?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anjari.blogdetik.com/2008/05/14/indonesia-kasian-kau/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.260 seconds -->
