robot bukan manusia

lelaki itu bangun dari “pembaringan”. tampak kelelahan tergurat dari wajahnya. badannya terlihat lemah. berdiri sejenak, kemudian memandang sekeliling ruangan. perlahan lelaki itu berjalan mendekati sebuah pintu sebuah kamar. sekilas pandang dia menatap sebuah foto dirinya bersama seorang perempuan dan anak laki-laki. dia menghela nafas dalam kemudian mengetuk pintu kamar berkali-kali. namun tak terdengar jawaban dari dalam, pintu pun masih tertutup rapat. sepi, ruangan terasa lengang. tak berapa lama, pintu lain terbuka dan masuklah perempuan yang cantik dan anggun. perempuan itu tersenyum datar dan menyapa lelaki itu.

surrogates“aku sudah lama tak bertemu kamu. aku ingin mengajakmu pergi dimana tempat hanya ada kita berdua. sudah lama kita tidak “bertemu”. kamu sudah tidak merasakannya?”.
“saya tidak bisa, lagi banyak pekerjaan. lagi pula kita “bertemu” setiap hari”, perempuan itu hanya berekspresi datar. namun dengan suara agak tinggi dia bicara.
“bukan “bertemu” seperti ini yang kuinginkan. tetapi sebagai manusia”, lelaki itu menyahut.
“apa yang kamu inginkan dariku?” kata perempuan itu setengah menjerit dan terlihat kesal.
“aku ingin bertemu istriku,” jawab lelaki itu mengiba
“aku istrimu!”
“tidak. tidakkkkk!” seru lelaki itu sambil sesenggukan akan menangis

perempuan itu terlihat kesal, kemudian berjalan menjauhi sang lelaki dan mendekati kotak transparan seukuran badan manusia yang tegak berdiri hampir menempel di tembok ruangan. dia masuk didalamnya, kemudian berbalik dan klek!. perempuan itu diam mematung, tanpa bergerak sama sekali. lelaki itu duduk sambil menangis tertahan. sementara di dalam kamar yang pintunya tadi diketuk berkali-kali oleh lelaki itu, berbaring perempuan yang terlihat sangat lemah dan pucat. tangannya melepas sebuah alat seperti headset dilengkapi kacamata dari kepalanya. mimik mukanya menunjukkan kesedihan yang teramat dalam hingga dari sudut matanya meleleh tetesan airmata. mengungkapkan duka mendalam yang tergurat di raut muka, perempuan itu pun menangis. hanya dipisahkan oleh tembok, dua orang tadi pun menangis bersamaan meskipun keduanya tak saling mengetahui.

Continue reading »