Mampukan Indonesia Bangkit?
Aspirasi Mei 9th, 2008
Saat ini, televisi dihiasi dengan iklan 100 Tahun Kebangkitan Indonesia dengan bintang iklan dari kalangan politisi. Sutrino Bachir, Ketua Umum Partai Amanat Nasional mengajak bangsa ini mengambil hikmah kebangkitan Indonesia sejak Tahun 1908. Hidup adalah Perbuatan. Begitulah semboyan yang ingin ditanamkan dibenak penonton televisi.
Saya tidak terlalu jauh mengkaitkan hal ini berkaitan dengan makin dekatnya Pemilu 2009. Walaupun kalau memang tampilnya tokoh-tokoh politik di televisi dengan berbagai bentuknya tidak dapat dihindarkan mengesankan untuk menjual citra menjelang pemilu. Selain Ketua Umum PAN, beberapa saat yang lalu Wiranto yang digambarkan ikut makan nasi aking. Juga Prabowo Subianto dengan HKTI-nya yang seakan-akan dekat dengan kalangan petani.
Banyak sejarah bangsa di dunia ini, memang benar-benar bangkit setelah krisis dan penderitaan menimpa bangsa ini. Mereka mampu memacu dan memotivasi bangsanya, dengan mengenang masa-masa heroik sebagai romantisme sejarah. Hal itu terbukti mampu melipatgandakan energi dan percepatan kemajuan dibalik peristiwa penting atau penderitaan yang pernah dialami. Salahudin Al Ayyubi, mampu merebut kembali Palestina setelah menggelorakan semangat maulid Nabi Muhammad. Jepang yang luluh lantah dihajar ”little boy” bom atom Amerika Serikat, kini menjelma menjadi negara terdepan dalam segala bidang. Demikian juga negara-nagera lain mampu mengambil hikmah sejarah dimasa lalu.
About

